Aryna Sabalenka Tembus Babak Keempat US Open 2026 Usai Tekuk Rakhimova
Petenis putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, melangkah ke babak keempat US Open 2026 setelah menundukkan Kamilla Rakhimova dengan skor 6-3, 6-4 di New York, Jumat (4/9). Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Sabalenka di Flushing Meadows menjadi 16 laga beruntun saat ia mengejar gelar ketiga berturut-turut.
Sabalenka mencatatkan 29 winner dan 10 as tanpa menghadapi satu pun break point sepanjang pertandingan. Hasil tersebut menjadikan petenis asal Belarusia ini pemain pertama yang mencatatkan 16 kemenangan beruntun di US Open sejak Serena Williams mengukir 26 kemenangan beruntun pada rentang 2012 hingga 2015.
Kemenangan atas Rakhimova juga menandai kelolosan Sabalenka ke babak keempat dalam 16 turnamen Grand Slam secara beruntun. Pencapaian ini merupakan yang pertama sejak Lindsay Davenport melakukannya pada 20 turnamen mayor berturut-turut dari Wimbledon 2000 hingga US Open 2006.
Sebelum menaklukkan Rakhimova, Sabalenka mengawali langkahnya di turnamen ini dengan menyingkirkan kualifikasi asal Rusia, Polina Iatcenko, lewat skor 6-1, 6-1 pada Rabu. Sabalenka membutuhkan waktu 53 menit untuk menyegel kemenangan di Stadion Arthur Ashe tersebut.
"Saya sangat senang bisa bermain di hadapan Anda semua, sesi malam di sini adalah yang terbaik," kata Aryna Sabalenka, petenis unggulan utama.
Sabalenka mendominasi laga melawan Iatcenko dengan mencetak 24 winner berbanding tiga milik lawannya.
"Saya senang dengan level permainan saya, senang dengan fokus saya, dan senang bisa lolos dari pertandingan ini," kata Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia.
Usai laga tersebut, Sabalenka membagikan pandangannya mengenai perjalanan karier profesionalnya yang berliku hingga mencapai puncak tenis dunia.
"Ketika pertama kali datang ke sini, saya merasa level teratas adalah sesuatu yang tidak tersentuh, sesuatu yang mustahil," kata Aryna Sabalenka, petenis Belarusia.
Ia pun merefleksikan perubahan pola pikir yang dialaminya sejak awal kemunculannya di turnamen Grand Slam.
"Saya berharap memiliki pola pikir yang berbeda saat itu," kata Aryna Sabalenka, juara Grand Slam empat kali.
Perjuangan keras menjadi kunci utama baginya untuk membenahi seluruh aspek permainan demi bisa bersaing di tingkat tertinggi.
"Ini adalah perjalanan yang panjang," kata Aryna Sabalenka, petenis unggulan pertama.
Sabalenka menjelaskan bahwa kekuatan pukulan saja tidak cukup tanpa diimbangi ketenangan dan pengambilan keputusan yang tepat.
"Saya harus bekerja sangat keras untuk mengubah banyak hal dalam permainan saya, menambahkan banyak hal dalam permainan saya agar bisa bersaing di level tertinggi," kata Aryna Sabalenka, petenis peringkat satu dunia.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan pencapaian besar yang berhasil diraihnya saat ini.
"Jika seseorang memberi tahu saya ke mana hal ini akan membawa saya dalam, katakanlah, 10 tahun dari periode itu, saya akan sangat terkejut dan mungkin sangat termotivasi, tentu saja, mendengarnya," kata Aryna Sabalenka, petenis Belarusia.
Guna mempertahankan peringkat satu dunia WTA setelah turnamen berakhir, Sabalenka wajib mengamankan gelar juara di New York.
"Saya benar-benar menutup semua kebisingan dari luar dan fokus pada diri sendiri," kata Aryna Sabalenka, juara bertahan US Open.
Ia optimistis peluang juara akan terbuka jika terus mendorong kemampuannya hingga batas maksimal.
"Jika saya mendorong diri saya sendiri setiap detik, saya tahu saya akan memiliki peluang," kata Aryna Sabalenka, petenis unggulan utama.
Penampilan gigih Rakhimova pada set kedua sempat memberikan perlawanan sengit sebelum Sabalenka akhirnya mematahkan servis lawan di gim kesembilan.
"Dia memainkan tenis yang luar biasa, dia benar-benar menekan saya dengan sangat keras di set kedua," kata Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia.
Sabalenka pun mengapresiasi daya juang yang ditunjukkan oleh lawannya tersebut.
"Saya sangat senang bisa menyelesaikan pertandingan ini dalam dua set langsung karena dia adalah seorang pejuang," kata Aryna Sabalenka, petenis Belarusia.
Di babak berikutnya, Sabalenka akan berhadapan dengan petenis tuan rumah Taylor Townsend yang mengalahkan unggulan ke-15 Diana Shnaider 6-2, 6-7(3), 6-3. Menanggapi potensi tekanan dari penonton New York saat menghadapi wakil AS, Sabalenka memberikan pandangannya.
"Apakah kalian mencoba membangun ketegangan itu?" kata Aryna Sabalenka, petenis unggulan utama.
Ia menilai Townsend sebagai lawan tangguh dengan variasi permainan yang cerdik di depan net.
"Dia pemain hebat," kata Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia.
Sabalenka memprediksi laga melawan Townsend akan menjadi pertarungan sengit di lapangan.
"Dia, menurut saya, pemain yang triki, karena dia membawa variasi, maju ke net, dan benar-benar membuat Anda berpikir selama pertandingan. Saya sangat yakin jika berhadapan dengannya, itu akan menjadi pertarungan yang hebat," kata Aryna Sabalenka, petenis Belarusia.
Selain Sabalenka, sejumlah petenis unggulan juga mengamankan tiket ke babak keempat. Unggulan ketiga asal AS, Jessica Pegula, bangkit dari kekalahan set pertama untuk menundukkan Leylah Fernandez 1-6, 6-4, 6-3.
"Saya tidak pernah merasa nyaman bermain menghadapinya," kata Jessica Pegula, petenis unggulan ketiga.
Pegula mengaku bersyukur bisa menemukan ritme permainannya kembali untuk membalikkan keadaan.
"Saya sangat senang bisa menemukan sesuatu di sana, terutama di set kedua untuk membalikkan keadaan," kata Jessica Pegula, petenis asal Amerika Serikat.
Pada kategori putra, unggulan ketujuh Daniil Medvedev melaju usai mengalahkan wakil Prancis Arthur Rinderknech 6-4, 6-4, 6-4. Sementara itu, sang juara bertahan Carlos Alcaraz menembus babak 16 besar setelah menghentikan perlawanan Wu Yibing 6-3, 6-4, 6-1.
"Cara dia bermain sungguh luar biasa, ritme yang dia miliki di setiap pukulan -- forehand, backhand," kata Carlos Alcaraz, petenis unggulan asal Spanyol.
Alcaraz mengakui laju bola dari pukulan Wu sempat menyulitkannya di awal laga.
"Bolanya sangat meluncur di lapangan dan, bagi saya, terkadang sangat sulit untuk mengendalikannya," kata Carlos Alcaraz, juara bertahan US Open.
Meski sempat tertekan, Alcaraz mampu menerapkan strategi yang tepat pada momen-momen krusial.
"Tapi saya pikir saya tetap bertahan di sana. Saya bermain agresif. Saya bermain pintar di saat-saat tersulit," kata Carlos Alcaraz, petenis Spanyol.
Alcaraz menyatakan kondisinya kini telah kembali ke tingkat optimal usai pulih dari cedera pergelangan tangan.
"Saya pikir level saya sangat bagus," kata Carlos Alcaraz, petenis unggulan utama.
Kemenangan tersebut membawa Alcaraz melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar di Flushing Meadows.
"Saya sudah masuk ke dalam ritme kompetisi. Saya mulai mencapai performa terbaik di sana," kata Carlos Alcaraz, juara Grand Slam tujuh kali.
Di babak keempat, Alcaraz dijadwalkan bertanding melawan petenis unggulan ke-20 asal Amerika Serikat, Tommy Paul, yang lolos usai bertarung lima set melawan Alexander Bublik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow