AS Ungkap Misi Rahasia Evakuasi Pilot Pesawat Tempur di Iran
Departemen Perang Amerika Serikat merilis rekaman misi rahasia penyelamatan dua penerbang jet tempur F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh oleh rudal panggul Iran di dekat Isfahan pada 3 April 2026. Misi tersebut menandai kehadiran pasukan darat militer Amerika Serikat yang diakui secara resmi di wilayah Iran untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 46 tahun.
Pesawat bernilai US$30 juta tersebut jatuh saat menyerang fasilitas rudal dan drone Iran. Dua awak pesawat dengan kode panggilan Alpha dan Bravo melontarkan diri dan mendarat terpisah sejauh lima mil. Alpha berhasil dievakuasi beberapa jam kemudian melalui pengerahan 21 pesawat, meskipun helikopter penyelamat dan sebuah pesawat A-10 sempat mendapat tembakan sengit dari pasukan Iran.
Sementara itu, Bravo yang bertugas sebagai petugas sistem persenjataan bertahan selama 50 jam di wilayah musuh dalam kondisi patah tulang punggung, lengan, dan bahu. Operasi evakuasi kedua dikerahkan secara masif dengan melibatkannya lebih dari 150 pesawat serta pengerahan 90 personel militer di darat.
"Pada suatu saat ketika saya mendongak dan tidak melihat parasut, itu adalah hal paling menakutkan yang pernah saya lihat," kata Bravo, Petugas Sistem Persenjataan F-15E.
Bravo menceritakan bahwa kerusakan parasut membuatnya jatuh dengan kecepatan tinggi hingga mengalami cedera parah di area pegunungan.
"Jadi, saat itu juga aku berhenti sejenak dan berdoa, 'Tuhan, kehendak-Mu lah yang terjadi. Tetapi jika aku bisa melewati ini, aku butuh pertolongan,'" kata Bravo, Petugas Sistem Persenjataan F-15E.
Komando militer Amerika Serikat mencatat bahwa risiko penerbangan di kawasan tersebut sangat tinggi selama konflik berlangsung.
"Kami memiliki keunggulan udara, tetapi jelas kami tidak terbang di atas Kansas," kata Brad Cooper, Pemimpin Komando Pusat AS.
Bravo berusaha menghindari kejaran pasukan darat Iran yang mencarinya di sekitar tebing dan gurun Isfahan.
"Jangan pernah biarkan kurangnya motivasi membuat Anda tampil di televisi Iran," kata Bravo, Petugas Sistem Persenjataan F-15E.
Kepemimpinan militer Amerika Serikat menegaskan komitmen mereka untuk menemukan kedua penerbang di lapangan.
"Ada niat yang jelas dari pasukan darat Iran untuk datang dan menemukan kedua orang itu," kata Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS.
Pihak Pentagon segera mengambil tindakan begitu menerima kabar jatuhnya pesawat di wilayah Iran.
"Entah mereka masih hidup atau sudah meninggal, kami akan pergi menjemput mereka," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.
Selama operasi penyelamatan malam hari, Bravo sempat memberikan kabar singkat terkait kondisi fisiknya kepada komando pusat.
"Tuhan itu baik," kata Bravo, Petugas Sistem Persenjataan F-15E.
Setelah berhasil mengevakuasi Bravo dari tebing pegunungan dengan helikopter Little Bird, dua pesawat angkut MC-130J Commando II terjebak di tanah pasir gurun. Pasukan Amerika Serikat terpaksa meledakkan dua pesawat angkut seharga masing-masing US$100 juta serta satu helikopter untuk mencegah teknologi rahasia jatuh ke tangan Iran, sebelum berhasil membawa keluar seluruh personel.
"Ayo pergi," kata Bravo, Petugas Sistem Persenjataan F-15E.
Keberhasilan operasi penyelamatan yang selesai pada hari Minggu Paskah tersebut dinilai Bravo sebagai bentuk perlindungan yang luar biasa.
"Saya percaya bahwa ini adalah bukti pemeliharaan Tuhan dalam hidup saya yang membawa saya melewati momen itu dengan cara yang tidak mencegah cedera, tetapi mencegah cedera parah yang akan memengaruhi kemampuan saya untuk bertahan hidup," kata Bravo, Petugas Sistem Persenjataan F-15E.
Total 339 amunisi dilepaskan militer Amerika Serikat selama dua tahap evakuasi. Kendati demikian, publikasi wawancara dan dokumentasi operasi ini memicu kritik di dalam negeri Amerika Serikat. Laporan media Fars News dan analisis di platform publik menilai penayangan dokumen tersebut digunakan untuk memperbaiki narasi perang yang tidak populer serta mengalihkan perhatian dari kerugian material militer Amerika Serikat selama perang 40 hari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow