BGN Ancam Tutup Dapur Program Makan Bergizi Gratis Berkualitas Rendah

Smallest Font
Largest Font

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengancam akan menindak tegas hingga menutup dapur pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ketahuan menyajikan minuman dengan kandungan susu segar sangat rendah atau dominan air pada Minggu (13/9).

Sanksi keras ini dipicu oleh temuan produk minuman dalam program MBG yang hanya memiliki kandungan susu sebesar 5 persen, sebagaimana dilansir dari Detik Health.

"Presiden ingin rakyat Indonesia minum susu dan susunya tidak boleh impor, itu keinginan Presiden. Cuman kemarin ada temuan ada susu minuman mengandung susu 5 persen, itu menurut saya terlarang untuk MBG," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono.

Penegasan tersebut disampaikan guna memastikan kualitas gizi penerima manfaat tetap terjaga sesuai arahan Kepala Negara.

"Jadi saya kalau saya temukan lagi ada dapur-dapur memberlakukan membeli atau memberikan susu yang 90 atau 95 persen air, sudah saya tutup dapurnya," tegas Sudaryono.

Sikap tegas BGN berpatokan pada hasil rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga pada Selasa (8/9). Rapat tersebut menghasilkan rekomendasi pemberian susu hewani bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita di atas usia 2 tahun, serta seluruh siswa penerima MBG.

Kriteria produk yang diizinkan mencakup susu pasteurisasi, UHT, dan susu steril full cream plain tanpa tambahan gula, pengawet, perasa, maupun pewarna. Produk wajib mengantongi izin edar BPOM RI dengan kadar susu segar minimal 80 persen, di mana distribusi susu pasteurisasi wajib menerapkan sistem rantai dingin.

Pemerintah menetapkan harga pengadaan susu hewani sebesar Rp 3.000 untuk ukuran minimal 125 ml dan Rp 4.500 untuk volume 200 ml hingga sampai di dapur pelaksana. Produk susu hewani ini disajikan sebagai pelengkap tanpa mengeliminasi porsi protein hewani utama dalam menu MBG.

BGN juga melarang penggunaan susu kental manis, minuman rasa susu, maupun minuman mengandung susu. Kebijakan ini dirancang untuk pemenuhan gizi sekaligus menyerap hasil produksi peternak sapi perah lokal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed