BPJS Kesehatan Edukasi Mahasiswa Melalui Gerakan Goes to Campus
BPJS Kesehatan memperluas jangkauan edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN kepada generasi muda dan calon tenaga medis lewat gerakan BPJS Kesehatan Goes to Campus di berbagai universitas di Indonesia sepanjang pertengahan Juni 2026.
Dilansir dari memorandum.disway.id, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung menggelar kuliah umum Program JKN di Universitas Tulungagung (UNITA) pada Minggu, 21 Juni 2026, yang diikuti oleh 130 mahasiswa dan 20 dosen pengajar.
"Kami ingin mahasiswa dapat memahami pentingnya JKN bagi masyarakat, terutama di saat sakit. Karena dengan menjadi peserta JKN, telah memiliki jaminan pelayanan, sehingga tidak perlu khawatir mengenai biaya pelayanan kesehatan. Generasi muda juga menjadi penentu masa depan, sehingga dengan pemahaman ini akan melahirkan generasi muda yang lebih peduli terhadap kesehatan dan gotong-royong dalam JKN," tutur Fitri, pada Minggu 21 Juni 2026.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, menjelaskan bahwa pemahaman sistem JKN melibatkan peran pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan, serta masyarakat.
"Harapan kami, melalui kuliah umum ini mahasiswa dapat memahami sistem JKN secara menyeluruh, mulai dari prinsip gotong-royong, di mana iuran yang dibayarkan oleh peserta digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan seluruh peserta. Prosedur pelayanan kesehatan bagi peserta mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai pelayanan di rumah sakit," jelasnya.
Fitriyah Kusumawati juga menyampaikan apresiasi kepada pihak universitas karena para mahasiswa dinilai sangat aktif dalam meningkatkan pemahaman mereka mengenai jaminan kesehatan nasional.
"Kami berterima kasih kepada UNITA, telah memberikan ruang bagi kami untuk berbagi informasi dan edukasi. Mahasiswa sangat antusias dan aktif bertanya, bukti bahwa mereka tertarik untuk meningkatkan literasi mereka. Harapan kami, mahasiswa dapat menjadi penyampai informasi kepada masyarakat bahwa JKN memiliki peran yang strategis bagi masyarakat.
Karena mahasiswa adalah agen perubahan yang inovatif dan memiliki literasi yang baik. Kami siap untuk memberikan sosialisasi kepada insan akademik dan berkolaborasi menjaga keberlangsungan JKN," papar Fitri.
Respons positif turut disampaikan oleh Nilam, mahasiswa jurusan manajemen Universitas Tulungagung yang menjadi salah satu peserta dalam sosialisasi tersebut.
"Materinya sangat bagus dan membuat saya jadi lebih faham, pentingnya memiliki perlindungan kesehatan. Sosialisasi semacam ini membuat kami peserta JKN, mengetahui hak dan kewajiban termasuk prosedur rujukan. Jadi jika suatu saat butuh layanan sudah tidak bingung.
Kami juga dapat berbagi informasi kepada tetangga dan teman tentang JKN. Semoga layanan JKN semakin bagus," pungkas Nilam.
Sementara itu, dikutip dari thejurnal.id, BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan sosialisasi serupa di Aula FMIPA USK pada Rabu, 17 Juni 2026, yang diikuti oleh 250 mahasiswa rumpun kesehatan.
"Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga pemahaman yang baik mengenai kebijakan kesehatan nasional. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami peran strategis Program JKN dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, dalam sambutannya mengajak para mahasiswa untuk menjadi pelopor literasi kesehatan di masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banda Aceh, Mahyuddin, SE., AAAK, turut memaparkan materi mengenai pengelolaan risiko, sistem berjenjang, serta mengenalkan fitur inovasi digital lewat aplikasi Mobile JKN.
Di Palembang, ampuhnews.com mengabarkan bahwa BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang mengadakan kegiatan serupa di Gedung Azwar Agoes Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI) pada Rabu, 17 Juni 2026.
"Mahasiswa perlu memahami substansi yang diperoleh dari kegiatan ini, karena pelayanan kesehatan saat ini tidak hanya menuntut kompetensi klinis, tetapi juga integritas dan pemahaman sistem. Bekerjalah secara profesional, lakukan penegakan diagnosis secara tepat, dan avoid praktik yang berpotensi mengarah pada fraud agar pelayanan kepada pasien tetap berkualitas," ujarnya.
Wakil Dekan Bidang III Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. dr. Ramzi Amin, Sp.M. (K), mengingatkan calon tenaga medis untuk menjaga integritas pelayanan.
Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Palembang, Meivy Yanti, SE, AAAK, menambahkan bahwa mahasiswa adalah penentu masa depan kebijakan kesehatan.
"Mahasiswa hari ini adalah pengambil keputusan di layanan kesehatan pada masa mendatang. Karena itu, penting untuk memahami bahwa pelayanan yang baik bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga memastikan peserta mendapatkan akses layanan yang efektif, adil, dan sesuai regulasi," katanya.
Beralih ke Papua, dilansir dari portalpapua.pikiran-rakyat.com, BPJS Kesehatan Cabang Jayapura mengedukasi 70 mahasiswa Institut Swadiri Jayapura pada Senin, 15 Juni 2026, yang sekaligus menjadi bagian dari rangkaian HUT BPJS Kesehatan ke-58.
"Tehnik memberikan kuliah umum pada Institut Swadiri, di awali dengan MOU memberikan edukasi kompetensi, bisa kolaborasi kegiatan magang. Serangkaian HUT Ke 58 tahun BPJS Kesehatan kita ada kegiatan goes to campus, bagaimana penerapan Health insurance di Indonesia, kita bandingkan dengan Health insurance di luar negri, juga terkait kepatuhan pembayaran iuran, menjaga stabilitas JKN sangat penting," Katanya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, menegaskan pentingnya perbandingan sistem asuransi kesehatan serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pemagangan.
"Kami senang sekali menjalin kerjasama dengan BPJS Kesehatan dengan adanya MOU dan hadirnya BPJS Kesehatan goes to campus, kami sebagai institusi harus banyak mengembangkan kerjasama untuk mengembangkan pengajaran, penelitian, pengabdian," Tambahnya.
Wakil Rektor II Institut Swadiri, Ria Romantir, menyambut baik kolaborasi pengajaran dan penelitian yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan tersebut.
Edukasi ini memberikan dampak langsung bagi mahasiswa Administrasi Kesehatan Institut Swadiri Jayapura, Irenius Baransano, yang kini memahami haknya sebagai peserta.
"Kami jadi lebih memahami cara menjadi peserta JKN, proses pendaftaran, serta berbagai informasi terkait pelayanan kesehatan yang sebelumnya belum kami ketahui," Tutupnya.
Terakhir, berdasarkan laporan suarabaru.id, BPJS Kesehatan Cabang Pati menyambangi Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora pada Kamis, 18 Juni 2026, guna membekali 50 mahasiswa keperawatan semester IV.
"Kami berkomitmen menjalankan tata nilai Inisiatif yang terdiri dari Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjaga kualitas pelayanan dan keberlangsungan Program JKN," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, menerangkan tiga pilar utama jaminan sosial dan memaparkan data cakupan kepesertaan JKN nasional yang mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk hingga akhir tahun 2025.
"Melalui prinsip gotong royong, risiko kesehatan ditanggung bersama sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Inilah yang menjadi kekuatan utama Program JKN sebagai sistem perlindungan kesehatan nasional," jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati.
Nuzuludin menekankan pentingnya calon perawat memahami mekanisme program JKN karena mereka merupakan garda depan yang berinteraksi langsung dengan pasien.
"Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa keperawatan perlu memahami Program JKN secara utuh karena nantinya akan berinteraksi langsung dengan peserta dalam proses pelayanan kesehatan. Pemahaman yang baik akan membantu memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung keberhasilan penyelenggaraan Program JKN," imbuh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati.
Pihak pengelola program studi menilai materi tersebut sangat relevan sebagai bekal mahasiswa keperawatan saat memasuki dunia kerja setelah lulus.
"Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami sistem jaminan Kesehatan yang besar di Indonesia bahkan Dunia. Materi yang disampaikan sangat dekat dengan dunia kerja yang nantinya akan mereka hadapi setelah lulus," ujar Sekretaris Program Studi Keperawatan, Poltekkes Blora.
Sekretaris Program Studi Keperawatan Poltekkes Blora, Sutarmi, juga mengimbau seluruh mahasiswa keperawatan agar serius dalam menyerap informasi seputar alur penjaminan kesehatan nasional ini.
"Perawat akan banyak berinteraksi dengan peserta JKN dan berkontribusi langsung dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, saya berharap seluruh mahasiswa mengikuti perkuliahan ini dengan serius karena ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang akan mereka layani di masa depan," kata Sekretaris Program Studi Keperawatan, Poltekkes Blora.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow