Eisenkot Unggul Atas Netanyahu dalam Prediksi Pemilu Israel Oktober 2026
Pasar prediksi Polymarket pada Senin menempatkan mantan Kepala Staf IDF Gadi Eisenkot memiliki peluang 51 persen untuk menjadi Perdana Menteri Israel menggantikan Benjamin Netanyahu setelah pemilu 27 Oktober 2026, dengan Netanyahu hanya di angka 28 persen, menurut vinnews.com.
Peluang tersebut menggambarkan bagaimana para pelaku pasar memandang kemungkinan Eisenkot menguasai pemerintahan berikutnya, meski sistem parlementer Israel mengharuskan koalisi memiliki mayoritas 61 kursi di Knesset beranggotakan 120 kursi.
Eisenkot, yang memimpin partai Yashar, pernah menjabat Kepala Staf IDF 2015–2019 dan mengundurkan diri dari kabinet Netanyahu pada 2024 setelah tragedi Hamas di Gaza. Survei terbaru menunjukkan Yashar setara atau unggul tipis dari Likud, dengan Eisenkot sering dianggap lebih layak menjadi perdana menteri.
Dalam hal kebijakan keamanan, Eisenkot mengusulkan zona keamanan di Gaza, Lebanon, dan Suriah serta ide kreatif terkait ancaman nuklir Iran, termasuk usulan zona serang nuklir untuk membatasi aktivitas nuklir Iran, seperti diberitakan jpost.com.
"Saya mengusulkan Amerika Serikat membuat zona serang di sekitar area nuklir Iran yang sensitif," ujar Eisenkot, dengan tujuan mencegah Iran memindahkan material nuklir tanpa terdeteksi.
Eisenkot juga menilai Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa masih berideologi jihadisme dan menolak penarikan penuh dari zona penyangga di Suriah tanpa jaminan militer Suriah tetap jauh dari perbatasan Israel.
Selain itu, Eisenkot menyoroti kesiapan pertahanan udara Israel menghadapi ancaman rudal balistik Iran yang sudah dilancarkan ke berbagai negara di Timur Tengah sejak April 2024.
Pada kesempatan lain, Eisenkot mengungkapkan bahwa kantor Netanyahu sudah menerima intelijen adanya aktivitas mencurigakan di Gaza sekitar tiga jam sebelum serangan Hamas 7 Oktober 2023, menyatakan bahwa kegagalan informasi yang sampai ke Netanyahu bukan karena ketiadaan data tetapi kegagalan komunikasi internal, dilaporkan ynetnews.com.
"Kantornya menerima intelijen yang sama dengan kepala staf dan kepala Shin Bet," ujar Eisenkot. Ia mengkritik lingkungan politik Netanyahu yang mempromosikan teori konspirasi atas kegagalan tersebut.
Menanggapi pernyataan Netanyahu yang menyebut kemenangan Eisenkot sebagai awal kehancuran Israel, Eisenkot menyebutnya "pernyataan histeris dan tidak bertanggung jawab" dan menegaskan kekuatan Israel dan IDF tetap kokoh.
Di sisi diplomasi, sejumlah pejabat negara Arab sedang berdiskusi dengan tim Eisenkot menjelang pemilu, untuk mempersiapkan kemungkinan Eisenkot menjadi perdana menteri, serta memahami posisi politiknya terkait hubungan Israel-Arab, menurut jpost.com.
Kontak serupa juga dilakukan dengan tokoh politik Israel lain seperti Naftali Bennett dan Yair Lapid, yang memiliki hubungan lama dengan negara-negara Arab, terutama Uni Emirat Arab yang terbuka dengan kunjungan mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow