Greg Abel Borong Saham Alphabet US$ 10 Miliar
CEO Berkshire Hathaway Greg Abel menyerap bersih saham senilai US$ 19,8 miliar pada kuartal kedua 2026, mengakhiri tren penjualan saham selama 14 kuartal berturut-turut di bawah kepemimpinan Warren Buffett. Langkah ini dilaporkan oleh Reuters dan CNBC pada Agustus 2026.
Berdasarkan laporan keuangan kuartalan yang dirilis pada 8 Agustus 2026, Berkshire membeli total saham senilai US$ 23,5 miliar dan melakukan buyback saham senilai US$ 4,5 miliar. Pembelian terbesar mencakup saham Alphabet senilai US$ 10 miliar melalui penempatan privat pada awal Juni 2026, ditambah pembelian di pasar terbuka yang membuat total kepemilikan Alphabet mencapai US$ 36,6 miliar.
Selain Alphabet, Berkshire menambah posisinya di Delta Air Lines sebesar 44 persen atau sekitar US$ 1,6 miliar, serta menambah saham Lennar senilai US$ 280 juta dan Macy's sebesar 142 persen. Perusahaan juga merampungkan akuisisi Taylor Morrison Home Corporation senilai US$ 8,5 miliar secara tunai pada 24 Juli 2026.
Di sisi lain, Berkshire terus memangkas portofolio sektor finansial dengan mengurangi saham Bank of America sebesar 5,9 persen atau setara US$ 1,7 miliar, memotong porsi Capital One sebesar 58 persen, dan mengurangi saham Ally Financial sebesar 7 persen.
Kebijakan alokasi modal Abel ini mendapat sorotan dari investor legendaris Michael Burry yang menilai langkah tersebut berbeda dari kedisiplinan Buffett dalam menanti peluang terbaik.
"Ketakutan terbesar saya adalah bahwa penerus Warren Buffett tidak akan memiliki kesabaran sang investor legendaris untuk menunggu umpan yang tepat (fat pitch). Sekarang, saya percaya ketakutan ini telah menjadi kenyataan," kata Michael Burry, investor 'The Big Short'.
Burry menambahkan bahwa pemotongan dana kas perusahaan tersebut tampak lebih seperti langkah pembingkaian dibanding investasi murni.
"Oleh karena itu, saya tidak lagi menganggap Berkshire sebagai investasi yang menarik ke depannya," ujar Michael Burry, investor 'The Big Short'.
Meskipun telah mengalokasikan puluhan miliar dolar untuk pembelian saham dan akuisisi, Berkshire Hathaway masih memegang cadangan kas yang sangat besar senilai US$ 365,5 miliar pada akhir kuartal kedua 2026.
Prinsip kedisiplinan investasi Berkshire sebelumnya dipicu oleh pandangan legendaris mengenai pentingnya kesabaran di pasar modal.
"Kami memiliki kedisiplinan sederhana yang sudah tua ini, yang disamakan Warren seperti Ted Williams yang menunggu umpan yang tepat. Saya tidak tahu tentang Warren, tetapi jika Anda mengatakan kepada saya, 'Charlie, Anda dapat masuk ke bisnis mengelola uang seperti yang dilakukan orang lain, di mana Anda diukur terhadap indeks dan ada konsultan yang memilih konsultan lain yang meninjau Anda ke komite,' saya akan sangat membencinya. Saya akan menganggapnya seperti dimasukkan ke dalam belenggu. Dan belenggu di mana sistem itu sendiri mencegah saya memberikan nilai," kata Charlie Munger, mantan Wakil Chairman Berkshire Hathaway.
Warren Buffett pun menyetujui pandangan tersebut dalam diskusi historis mengenai strategi alokasi modal perusahaan.
"Ya, kami tidak akan melakukannya. Kami tidak akan melakukannya. Kami tidak pernah melakukannya, sebenarnya.
Dan salah satu, Anda tahu, yang awal—ketika kami membentuk kemitraan pada 5 Mei 1956, saya membagikan sesuatu yang disebut 'aturan dasar' kepada tujuh mitra terbatas. Dan, Anda tahu, saya berkata, 'Inilah yang bisa saya lakukan dan inilah yang tidak bisa saya lakukan. Dan inilah beberapa hal yang saya tidak tahu apakah saya bisa melakukannya atau tidak, mungkin.'
Itu cukup singkat. Namun ide untuk menetapkan langkah," kata Warren Buffett, mantan CEO Berkshire Hathaway.
Pasca pengumuman belanja modal kuartal kedua 2026 tersebut, kedua kelas saham Berkshire Hathaway tercatat mengalami penurunan lebih dari 3 persen dalam sepekan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow