Harga Bawang Merah Melonjak Tembus Rp49.900 per Kilogram Pagi Ini

Smallest Font
Largest Font

Harga bawang merah ukuran sedang di tingkat nasional melonjak hingga mencapai Rp49.900 per kilogram pada Selasa (19/5/2026) pukul 11:50 WIB. Kenaikan tajam ini menjadi sorotan utama di tengah fluktuasi harga sembako hari ini yang cenderung merangkak naik di berbagai wilayah Indonesia.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia mencatat komoditas hortikultura tersebut mengalami kenaikan tertinggi sebesar 5,83% atau meningkat Rp2.750 dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini memicu kekhawatiran masyarakat mengenai pasokan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Adha yang kian dekat.

Selain bawang merah, sejumlah komoditas pangan utama lainnya terpantau ikut merangkak naik pada pertengahan Mei ini. Produk beras komersial, minyak goreng, hingga gula pasir terus menunjukkan tren penguatan harga di pasar-pasar tradisional seluruh provinsi.

Harga Cabai Rawit Naik Petani Raih Untung Berlipat | M Agung Setiawan Farm

Rincian Kenaikan Harga Sembako Hari Ini

Berdasarkan data resmi PIHPS Nasional, kelompok beras mendominasi daftar kenaikan harga pada hari ini. Beras kualitas bawah I kini dipatok seharga Rp15.000 per kilogram setelah mengalami kenaikan signifikan sebesar 3,09% atau setara Rp450.

Tren kenaikan juga diikuti oleh beras kualitas bawah II yang merangkak naik sebesar 1,72% menjadi Rp14.800 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium I yang paling banyak dikonsumsi masyarakat melesat sebesar 2,17% ke angka Rp16.450 per kilogram.

Sektor minyak goreng juga tidak luput dari gejolak kenaikan harga nasional. Minyak goreng curah tercatat naik sebesar 1,95% menjadi Rp20.950 per kilogram, sedangkan varian kemasan bermerek kualitas 1 naik tipis 0,84% menjadi Rp24.050 per kilogram.

Masyarakat kini mulai mempertanyakan "kenapa harga pangan naik" secara serentak dalam beberapa waktu terakhir. Gula pasir kualitas premium bahkan ikut terkerek naik sebesar 1,73% hingga menyentuh level Rp20.550 per kilogram.

Di sisi lain, satu-satunya penurunan harga yang tercatat dalam pembaruan data PIHPS siang ini hanya terjadi pada beras kualitas medium II. Komoditas tersebut terpantau turun sebesar 2,5% atau berkurang Rp400 menjadi Rp15.600 per kilogram.

Berikut adalah data lengkap mengenai pergerakan harga komoditas pangan utama di tingkat nasional berdasarkan catatan resmi pemerintah:

Daftar Perubahan Harga Komoditas Pangan Nasional per 19 Mei 2026
Nama Komoditas PanganHarga Terbaru (Rp/Kg)Persentase PerubahanNominal Perubahan (Rp)
Bawang Merah Ukuran Sedang49.900+5,83%+2.750
Beras Kualitas Bawah I15.000+3,09%+450
Beras Kualitas Medium I16.450+2,17%+350
Minyak Goreng Curah20.950+1,95%+400
Gula Pasir Kualitas Premium20.550+1,73%+350
Beras Kualitas Bawah II14.800+1,72%+250
Minyak Goreng Kemasan Bermerek 124.050+0,84%+200
Beras Kualitas Medium II15.600-2,50%-400

Faktor Penyebab Lonjakan Harga Hortikultura

Kenaikan harga barang kebutuhan pokok ini diduga kuat berkaitan erat dengan siklus musiman dan rantai pasok antarwilayah. Tingginya biaya logistik dan pergeseran masa panen di beberapa sentra produksi pangan ditengarai menjadi penyebab utama pasokan terhambat.

Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya permintaan pasar secara bertahap seiring masuknya info harga bahan pokok menjelang Idul Adha. Pedagang di pasar tradisional mengakui bahwa penyesuaian harga dari tingkat pengepul sudah terjadi sejak awal pekan.

Hingga saat ini, pergerakan harga komoditas harian masih dipantau ketat oleh instansi terkait guna mencegah spekulasi pasar yang berlebihan. Pemerintah daerah di beberapa titik juga mulai merencanakan operasi pasar murah demi menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Kementerian dan lembaga terkait dijadwalkan akan terus memperbarui perkembangan pasokan pangan ini secara berkala. Pemantauan intensif difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami defisit pasokan hortikultura guna mempercepat distribusi bantuan pangan nasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed