Harga Emas Melonjak ke Level US 4475 Per Troy Ons
Harga emas melambung hingga menyentuh level US$ 4.475,1 per troy ons pada perdagangan Jumat (4/9/2026) pagi. Penguatan ini dipicu oleh meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS setelah adanya sinyal dovish dari pejabat Federal Reserve.
Lonjakan harga sebesar lebih dari 2% pada perdagangan Kamis sebelumnya membawa komoditas ini kembali ke area US$ 4.400 sekaligus mencatatkan posisi tertinggi dalam enam hari terakhir. Tren positif tersebut terus berlanjut dengan akumulasi penguatan 3,33% dalam dua hari beruntun.
Pendorong utama reli ini berasal dari pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang mengindikasikan kelonggaran kebijakan moneter jika inflasi terus melandai. Dampak tarif dinilai terbatas dan lonjakan harga energi belum merembet ke sektor ekonomi lain.
"Jika tren ini berlanjut dalam data yang akan dirilis dalam dua pekan ke depan, saya cenderung mendukung mempertahankan target suku bunga federal funds pada level saat ini," ujar Waller dalam wawancara dengan Reuters.
Sinyal tersebut langsung menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada rapat 15-16 September dari 62% menjadi 48,4% menurut CME FedWatch Tool. Kondisi ini diikuti penurunan yield Treasury AS dan pelemahan dolar AS yang memangkas opportunity cost memegang logam mulia.
"Saya pikir para pedagang saat ini melihat The Fed akan lebih tidak agresif dalam menaikkan suku bunga," kata Bob Haberkorn, senior market strategist di StoneX, dikutip dari Refinitiv.
Pernyataan bernada menahan tersebut sekaligus meredam kekhawatiran dari sentimen hawkish sebelumnya. Haberkorn menambahkan analisisnya terkait respons pasar atas arah kebijakan suku bunga.
"Semakin banyak pedagang yang mulai berpandangan bahwa The Fed mungkin hanya akan menaikkan suku bunga satu kali, tetapi kemungkinan tidak banyak lagi yang bisa dilakukan terkait suku bunga setelah itu." Imbuhnya.
Sebelumnya, harga emas sempat terpuruk 6% dalam tiga hari beruntun sebelum bangkit 1,33% ke US$ 4.386,29 pada Rabu (2/9/2026). Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi pemicu utama rebound teknikal dari level terendah.
"Kenaikan emas didukung penurunan yield yang memungkinkan harga bangkit dari level terendah baru-baru ini," ujar David Meger, Director of Metals Trading High Ridge Futures.
Meskipun tren jangka pendek menunjukkan penguatan, analisis teknikal Dupoin Futures melihat potensi tekanan jual tersembunyi pada time frame H4. Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mencermati terbentuknya pola Drop Base Drop yang dapat membawa XAUUSD melemah ke kisaran support 4.360 atau area Fibonacci 161,8%.
Pasar emas juga mendapat sokongan dari penguatan komoditas logam lainnya. Harga perak mencatatkan lonjakan 2,5% ke level US$ 66,96 per troy ons pada perdagangan Kamis sebelum bergerak stabil di posisi US$ 66,95 per troy ons pada Jumat pagi.
Fokus pelaku pasar global saat ini tertuju pada rilis data nonfarm payrolls (NFP) AS serta laporan inflasi Agustus pada pekan depan. Selain itu, ketegangan geopolitik AS-Iran dan dinamika harga minyak mentah menjadi katalis utama pembentuk arah pergerakan emas selanjutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow