Harga Gas Alam Naik Meski Stok Penyimpanan Meningkat pada Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Harga gas alam berjangka untuk bulan September mengalami kenaikan meski data stok penyimpanan menunjukkan peningkatan yang lebih besar dari perkiraan, menurut laporan terbaru pada 14 Agustus 2026.

Harga gas alam berjangka September diperdagangkan pada level $2,773, naik $0,046 atau 1,69% pada pukul 16:51 GMT, tetapi pasar masih belum mampu bertahan di atas $2,80 sepanjang minggu tersebut, dilansir dari fxempire.com dan barchart.com.

Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) melaporkan bahwa stok penyimpanan gas alam naik sebesar 36 miliar kaki kubik (Bcf) untuk pekan yang berakhir 7 Agustus, lebih tinggi dari perkiraan 30 hingga 31 Bcf dan melebihi rata-rata lima tahun sebesar 33 Bcf.

Stok penyimpanan kini mencapai 3.153 Bcf, naik 198 Bcf atau 6,7% di atas rata-rata musiman, melebar dari surplus 195 Bcf pada pekan sebelumnya, menurut data EIA.

"Panas musim panas memang meningkatkan permintaan listrik, tapi peningkatan stok yang lebih cepat dari perkiraan menunjukkan pasokan masih cukup," ujar laporan fxempire.com.

Produksi gas alam di wilayah Lower-48 mencapai 113,5 Bcf per hari pada Kamis, naik 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara permintaan menurun 0,5% menjadi 83,1 Bcf per hari, data EIA menunjukkan.

Laporan tersebut juga mencatat penurunan pasokan LNG feedgas sebesar 1,8% menjadi 17,9 Bcf per hari akibat pemeliharaan fasilitas ekspor, yang menyebabkan lebih banyak gas tetap di dalam sistem domestik.

"Peningkatan kapasitas pipa Energy Transfer di Permian yang akan penuh pada 1 September dapat menambah pasokan gas ke Henry Hub saat permintaan pendinginan mulai menurun," demikian laporan fxempire.com.

Posisi short oleh trader non-komersial tercatat mencapai 197.546 kontrak pada 4 Agustus, dengan sebagian besar berada pada posisi short bersih sekitar 126.500 kontrak, menunjukkan sentimen pasar yang hati-hati terhadap kenaikan harga gas alam.

"Setiap lonjakan harga yang disebabkan oleh prakiraan cuaca panas memicu penutupan posisi short, namun tekanan jual tetap dominan," ujar sumber yang dikutip fxempire.com.

Pasar berada dalam ketegangan antara risiko penutupan posisi short dan masalah pasokan, dengan laporan stok penyimpanan berikutnya menjadi kunci untuk menentukan arah harga selanjutnya.

Harga kontrak saat ini berada di dalam rentang perdagangan kemarin dengan level resistensi di sekitar $2,84, tekanan jual diperkirakan masih akan berlanjut sampai data stok menunjukkan perubahan signifikan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed