IHSG Ditutup Melemah 0,25 Persen ke Level 6.619 Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 16,81 poin atau 0,25 persen ke level 6.619,67 pada perdagangan Senin (7/9/2026). Penurunan indeks terjadi di tengah dinamika sentimen global dan kondisi domestik.
Indeks sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi di 6.667,75 pada awal sesi sebelum berbalik ke zona merah. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 terkoreksi 1,17 poin atau 0,18 persen menuju posisi 656,42.
Nilai transaksi perdagangan sepanjang hari mencapai Rp13,62 triliun dengan volume 35,26 miliar lembar saham dalam 2.119.000 kali transaksi. Perdagangan mencatat 300 saham menguat, 348 saham melemah, dan 315 saham bergerak stagnan.
Sektor industri memimpin penguatan tujuh sektor dengan kenaikan 1,30 persen, disusul sektor energi sebesar 1,06 persen. Sebaliknya, empat sektor mengalami penurunan yang dipimpin sektor teknologi dengan koreksi 0,73 persen.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Petrindo Kreasi Jaya Tbk (CUAN) mencatat transaksi tertinggi pada sesi pertama, masing-masing sebesar Rp978,87 miliar dan Rp269,97 miliar. Investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell senilai Rp424,06 miliar pada sesi awal.
Pasar saham regional Asia bergerak variatif, di mana indeks Nikkei naik 2,02 persen dan Kospi melonjak 4,61 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng melemah 0,93 persen dan Straits Times turun 0,16 persen.
"Mengawali pekan ini, pergerakan IHSG dipengaruhi dari sentimen eksternal dan internal," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Konflik Timur Tengah yang melibatkan ketegangan militer Amerika Serikat dan Iran turut memicu kekhawatiran inflasi baru. Di sisi lain, rilis data Nonfarm Payrolls AS sebesar 162.000 meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.
"Saling melancarkan serangan terhadap kapal selama akhir pekan kemarin, memicu kekhawatiran inflasi baru," ujar Nico.
Faktor domestik turut memengaruhi pergerakan pasar, mulai dari risiko bencana alam letusan Gunung Anak Krakatau hingga rilis data cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Agustus 2026 naik menjadi 146,5 miliar dolar AS dari posisi Juli sebesar 145,3 miliar dolar AS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow