IHSG Menguat 1,01 Persen Didukung Saham AMMN dan MDKA pada 8 September 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,01% dan berakhir di level 6.686,44 pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Penguatan ini didukung oleh kenaikan beberapa saham unggulan dan aktivitas beli investor asing di pasar reguler dan seluruh pasar.
Saham AMMN naik 5,90%, SMMA naik 5,26%, dan MDKA melonjak 8,33%. Namun, saham BELI turun 5,88%, BBNI melemah 1,02%, dan BREN terkoreksi 0,90%. Investor asing mencatat net buy sebesar Rp379,39 miliar di pasar reguler dan Rp398,20 miliar jika seluruh pasar dihitung.
Kebanyakan sektor saham menunjukkan pergerakan positif dengan 8 dari 11 sektor di zona hijau. Sektor Basic Materials naik 2,00%, sedangkan sektor Healthcare turun 0,59%. Bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan pada hari yang sama, dengan Dow Jones turun 1,18%, S&P 500 turun 0,58%, dan Nasdaq melemah 0,32%.
Harga tembaga yang mencetak rekor memberikan sentimen positif bagi saham terkait seperti AMMN dan MDKA, yang masing-masing berkontribusi pada pergerakan IHSG sebesar 10,95 dan 6,45. Dari pasar offshore, ETF EIDO menguat 1,23%, dan indeks MSCI Indonesia naik 0,78%, menurut laporan Detik Finance.
Medela Potentia (MDLA) mencatatkan penjualan sebesar Rp8,17 triliun pada semester I 2026, meningkat dibandingkan Rp7,42 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih MDLA naik 12,60% menjadi Rp225,63 miliar, didukung oleh peningkatan volume distribusi dan produk baru, ujar manajemen MDLA. Pembangunan gudang AAM Medan mencapai 95% dan ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
MDLA juga menyiapkan pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 pada 2027 di Kawasan Industri Jababeka 2 untuk mendukung kebutuhan cold storage seluas 2,70 hektare.
Trimitra Trans Persada (BLOG) mencatat pendapatan Rp732,87 miliar pada semester I 2026, naik dari Rp626,47 miliar tahun sebelumnya. Laba bersih BLOG juga naik menjadi Rp77,54 miliar. Manajemen menargetkan pertumbuhan laba lebih dari 10% pada 2026 dengan dukungan ekspansi bisnis dan kontrak jangka panjang.
BLOG menganggarkan capex sekitar Rp500 miliar pada 2026 untuk pembangunan gudang, penambahan armada hingga 3.500 unit, dan pengembangan sistem teknologi informasi, termasuk integrasi Transportation Management System (TMS), Warehouse Management System (WMS), dan IOS.
J Resources Asia Pasifik (PSAB) menetapkan dividen interim Rp30 per saham untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, dengan total dividen Rp793,80 miliar. Dividen ini dibagikan kepada pemegang 26,46 miliar saham perseroan. Keputusan ini menyusul laba bersih semester I 2026 sebesar US$177,89 juta, naik 803% YoY, dipengaruhi oleh keuntungan divestasi proyek tambang emas Doup.
Saham PSAB ditutup di level Rp570 per saham pada 8 September 2026, sehingga dividen interim tersebut setara dengan dividend yield 5,26%. Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026, dan pembayaran dividen dijadwalkan 29 September 2026, menurut Detik Finance.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow