Iran Ancang Aset Energi AS di Teluk Usai Serangan Kapal Tanker
Teheran memperingatkan bahwa seluruh rantai produksi minyak dan gas milik Amerika Serikat di kawasan Teluk dan Selat Hormuz rentan menjadi sasaran serangan pembalasan. Peringatan keras tersebut disampaikan oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Selasa (8/9/2026) menyusul eskalasi militer yang merusak sejumlah kapal tanker.
Ketegangan memuncak setelah militer AS menyerang sedikitnya tiga kapal tanker Iran di Pulau Kharg dan perairan sekitarnya akhir pekan lalu. Tindakan tersebut memicu serangan balasan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap kapal-kapal perang serta armada tanker di jalur navigasi vital tersebut.
Eskalasi pertempuran yang meluas hingga ke sekitar Pulau Kharg mengancam kelancaran pasokan energi dunia. Sebelum konflik pecah, fasilitas tersebut memproses hingga 90 persen dari total ekspor minyak mentah Teheran.
Ghalibaf menegaskan bahwa kesiapan militer Iran untuk merespons setiap tindakan ofensif telah terbukti dalam berbagai pertempuran sebelumnya.
"Serang aset-aset kami, dan Anda akan diserang," tegas Ghalibaf dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Selasa (8/9/2026).
Mantan komandan militer itu melontarkan ancaman langsung kepada otoritas Washington dengan merujuk pada pangkalan-pangkalan yang terdampak pertempuran.
"Kami sudah membuktikannya. Tanyakan saja pada pangkalan-pangkalan yang kini sudah tidak bisa lagi beroperasi," imbuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah eskalasi konflik berdarah selama enam bulan terakhir yang dimulai sejak 28 Februari. Pembatasan pelayaran di Selat Hormuz kini diperketat oleh pihak militer Iran.
Pihak militer Washington merilis rekaman video operasi penyerangan tanker sembari menyampaikan peringatan terbuka kepada Teheran agar tidak mengganggu navigasi kapal komersial dan armada militer mereka.
"Kami tidak akan ragu untuk membela pasukan Amerika dan, jika perlu, menghancurkan armada minyak Iran yang jumlahnya terbatas dan rentan," tegas Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.
Peringatan serupa disuarakan oleh otoritas pertahanan tertinggi Amerika Serikat melalui platform media sosial.
"Sederhana saja: Jika Iran menembaki kapal-kapal AS, kita akan menghancurkan (dan menenggelamkan) kapal-kapal tanker minyak mereka. Yang perlu mereka lakukan hanyalah tidak menembaki Angkatan Laut AS," tegas Hegseth dalam pernyataannya.
Menteri Pertahanan AS menekankan ketimpangan kekuatan militer kedua belah pihak di wilayah perairan tersebut.
"Armada kapal tanker minyak Iran tidak memiliki pertahanan -- Iran tidak memiliki angkatan laut maupun angkatan udara. Pesawat, kapal, dan kapal selam kita dapat menghantam semuanya," ujarnya.
Merespons pernyataan keras Pentagon, Ghalibaf memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan energi asal Amerika Serikat berada dalam jangkauan pertahanan Iran.
"Sederhana saja: Rantai produksi minyak dan gas di sini sangat luas, mudah diakses, dan rentan. Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika yang beroperasi di perairan ini dan fasilitas-fasilitasnya juga menghadapi kerentanan yang sama," sebut Ghalibaf, dengan nada memperingatkan AS.
Sebelumnya, politisi senior Iran itu juga menyatakan bahwa aturan main dalam konflik wilayah tersebut telah mengalami perubahan mendasar.
"Mulai sekarang, setiap serangan terhadap kepentingan dan keamanan Iran akan mendapat tanggapan yang lebih cepat, lebih berat, dan lebih menyakitkan," ujarnya dalam pidato yang dipublikasikan melalui kanal Telegram miliknya, seperti dikutip Reuters, Senin (7/8/2026).
Merespons peningkatan ketegangan, perwakilan militer Amerika Serikat melayangkan bantahan resmi atas klaim keberhasilan serangan udara atau laut Teheran terhadap aset mereka.
"Jika kalian menembaki dua kapal kami, kami akan membebankan biaya ekonomi yang jauh lebih tinggi, dengan melumpuhkan tiga kapal kalian," kata Kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper.
Laporan mengenai situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz terus dibantah oleh pejabat komando militer Amerika Serikat.
"kebohongan total," kata Kapten Tim Hawkins selaku juru bicara Komando Pusat AS (US Central Command).
Pemerintah Iran saat ini juga merencanakan pembentukan zona eksklusi pelayaran di luar Selat Hormuz yang membentang hingga ke Teluk Persia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow