Kalbe Farma Terapkan Strategi Hadapi Tekanan Rupiah dan Ekspansi ASEAN

Smallest Font
Largest Font

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengungkapkan berbagai strategi bisnis untuk menghadapi tekanan margin akibat pelemahan nilai tukar rupiah pada tahun 2026, sekaligus memperkuat ekspansi pasar regional di kawasan ASEAN. Direktur Kalbe Farma, Kartika Setiabudi, menyampaikan bahwa perusahaan membuka opsi penyesuaian harga jual secara selektif pada lini produk tertentu untuk menjaga margin, meski menghadapi tantangan daya beli masyarakat yang melemah.

"Kenaikan harga ini hanya bisa dilakukan secara selektif di beberapa produk-produk di dalam bisnis produk kesehatan," ujar Kartika dalam Public Expose Live 2026.

Perseroan juga menghadapi tantangan dari depresiasi rupiah yang membuat harga bahan baku impor tidak stabil, sehingga belum dapat melihat perbaikan margin signifikan hingga akhir tahun.

"Pelemahan rupiah ini tentunya berdampak cukup besar terhadap laba kotor atau gross profit kami, karena biaya produksi sangat dipengaruhi dengan bahan baku impor," jelas Kartika. Dia menuturkan bahwa perusahaan tengah meninjau ulang anggaran belanja modal dan mengoptimalkan portofolio produk ke arah produk dengan margin lebih baik sebagai langkah jangka panjang.

"Kita juga akan terus melakukan strategi portofolio untuk mengelola portofolio kami ke arah produk-produk yang memiliki margin lebih baik," tambah Kartika. Selain penyesuaian harga, Kalbe Farma memperkuat penggunaan produk dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) khususnya di divisi alat kesehatan melalui perakitan lokal.

"Tadi kita juga sudah bicarakan mengenai strategi untuk berinvestasi di TKDN. Tapi memang ini kita lakukan mungkin untuk divisi alat kesehatan dalam bentuk melakukan perakitan secara lokal," kata Kartika.

Perseroan mencatat penjualan semester pertama 2026 sebesar Rp19,47 triliun, tumbuh 14,04 persen year-on-year dibanding Rp17,07 triliun periode sama tahun sebelumnya. Penjualan tertinggi datang dari segmen distribusi dan logistik sebesar Rp7,20 triliun, diikuti obat resep Rp5,30 triliun, nutrisi Rp4,26 triliun, dan produk kesehatan Rp2,70 triliun. Meski penjualan tumbuh, beban pokok penjualan meningkat 20,71 persen year-on-year menjadi Rp12,16 triliun dan beban penjualan naik menjadi Rp3,85 triliun, sehingga laba bersih turun menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,97 triliun.

Direktur Kalbe Farma ini juga menegaskan strategi merger dan akuisisi sebagai bagian penting pertumbuhan bisnis di tengah kondisi pasar yang penuh ketidakpastian.

"Merger dan akuisisi ini memang menjadi satu strategi yang perseroan lakukan secara terus-menerus," ujar Kartika. Perseroan fokus mencari target akuisisi yang tepat untuk menciptakan sinergi dengan bisnis yang sudah ada, meskipun valuasi pasar saat ini cukup tinggi sehingga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

"Yang kita harapkan dari suatu proses akuisisi adalah sinergi yang tercipta antara target akuisisi kita dengan bisnis yang sudah ada secara existing," kata Kartika.

Selain itu, Kalbe Farma memperkuat jejak regional dengan kerja sama melalui Alliance Pharma di Thailand untuk mengembangkan pasar di kawasan ASEAN yang selama ini masih relatif kecil.

"Dengan strategi ini, kita bermaksud mengembangkan pasar Thailand yang selama ini memang masih relatif kecil untuk kita," ujar Kartika. Dia berharap produk-produk spesial Kalbe bisa masuk dan memperkuat ekspor di pasar ASEAN, yang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan perusahaan ke depan.

Selain itu, Kalbe Farma tengah mengkaji opsi pelepasan saham tambahan dan kemungkinan delisting anak usaha PT Enseval Putera Megatrading Tbk akibat belum terpenuhinya ketentuan free float Bursa Efek Indonesia.

"Saat ini kita masih menjajaki kedua opsi tersebut dan tentunya kita akan comply dengan peraturan BEI," ujar Kartika.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed