PT Phapros Catat Kenaikan Laba Bersih 511 Persen Semester I-2026
PT Phapros Tbk mencatat kenaikan laba bersih sebesar 511,01 persen menjadi Rp 14,97 miliar pada semester I tahun 2026, meningkat signifikan dibandingkan Rp 2,45 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, dilansir dari Detik Finance.
Kenaikan tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan yang mencapai Rp 482,85 miliar atau naik 5,37 persen dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp 458,22 miliar.
Rasio harga pokok penjualan terhadap penjualan juga menurun dari 52 persen menjadi 49 persen, sehingga margin laba kotor meningkat menjadi 50,4 persen dari sebelumnya 48 persen.
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, menyatakan bahwa peningkatan kinerja perusahaan didukung oleh pertumbuhan penjualan, perbaikan margin laba kotor melalui portofolio produk yang lebih baik, dan efisiensi operasional produksi.
"Phapros berhasil menjaga tren pertumbuhan kinerja keuangan. Kami optimistis bahwa kinerja laba Phapros akan terus bertumbuh lebih dari 2 (dua) digit hingga akhir tahun 2026. Untuk itu, kami konsisten menjalankan strategi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan profitabilitas sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan kesehatan masyarakat Indonesia," ujar Intan pada Sabtu (29/8/2026).
Phapros juga menjalankan berbagai strategi seperti pengendalian biaya, peningkatan kepuasan pelanggan, penguatan portofolio produk, transformasi sistem dan proses bisnis, serta optimalisasi sumber daya manusia dan budaya perusahaan.
Selain laba, posisi kas perusahaan juga meningkat signifikan sebesar 215,6 persen menjadi Rp 162,47 miliar per 30 Juni 2026, dari Rp 51,49 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Total aset PT Phapros mencapai Rp 1,45 triliun hingga akhir semester I-2026, meningkat 4,66 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 1,39 triliun.
Perusahaan juga menyiapkan produk baru berupa serbuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengatasi nyeri dan inflamasi pada kasus penyakit gigi, yang ditargetkan memasuki tahap komersialisasi pada kuartal IV-2026.
"Pengembangan produk baru merupakan bagian dari komitmen Phapros untuk terus berinovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Kami berharap produk ini dapat segera diluncurkan dan memberikan kontribusi positif, baik bagi kesehatan masyarakat maupun bagi pertumbuhan bisnis perusahaan," ujar Intan.
Phapros telah menjalankan ekspor produk ke berbagai negara sejak 2014, termasuk Kamboja, Filipina, Myanmar, Nigeria, Peru, dan Papua Nugini. Produk ekspor meliputi analgesik, obat anti-TB, multivitamin, obat antimabuk perjalanan, dan antibiotik.
Perusahaan berencana mengirim produk ke Filipina, Timor-Leste, dan Kamboja pada kuartal III dan IV-2026 dengan target nilai penjualan ekspor sebesar Rp 5 miliar.
"Ke depannya Perseroan terus mentargetkan pertumbuhan double digit atas penjualan ekspor untuk mendukung bisnis dalam negeri, termasuk penambahan jumlah calon pembeli dan penambahan lini produk," kata Intan sebagai penutup.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow