Kebakaran Hutan Sebabkan Polusi Udara Berbahaya di Pontianak
Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah meluas hingga 72.798 hektare, menyebabkan tingkat polusi udara yang sangat tinggi di beberapa wilayah, terutama di Kalimantan dan Sumatera, dilansir dari Detikcom.
Menurut data real-time dari IQAir pada Rabu (26/8/2026) pukul 11.30, Pontianak menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 660, yang masuk kategori berbahaya.
Palangka Raya, Jambi, Palembang, dan Pekanbaru juga mengalami kualitas udara tidak sehat akibat polusi terkait kebakaran hutan tersebut.
BNPB mencatat luas lahan terbakar sebesar 72.798,73 hektare, dengan rincian 38.310,89 hektare di Kalimantan Barat, 16.249,24 hektare di Riau, dan 8.019,62 hektare di Kalimantan Selatan.
Polutan utama yang diukur adalah partikulat halus PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat menembus paru-paru dan aliran darah.
IQAir mengelompokkan kualitas udara dalam beberapa kategori, mulai dari baik hingga berbahaya, dengan angka yang semakin tinggi menunjukkan semakin buruk kondisi udara.
Polusi udara akibat kebakaran hutan ini menyebabkan risiko kesehatan serius bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Berikut daftar 10 kota paling berpolusi di Indonesia menurut IQAir per Rabu (26/8/2026) pukul 11.30:
1. Pontianak, Kalimantan Barat (AQI 660, Berbahaya)
2. Palangka Raya, Kalimantan Tengah (AQI 185, Tidak sehat)
3. Jambi (AQI 175, Tidak sehat)
4. Palembang, Sumatera Selatan (AQI 169, Tidak sehat)
5. Pekanbaru, Riau (AQI 167, Tidak sehat)
6. Bandung, Jawa Barat (AQI 156, Tidak sehat)
7. Serpong, Banten (AQI 153, Tidak sehat)
8. Tangerang Selatan, Banten (AQI 144, Tidak sehat bagi kelompok sensitif)
9. Tangerang, Banten (AQI 108, Tidak sehat bagi kelompok sensitif)
10. Jakarta (AQI 102, Tidak sehat bagi kelompok sensitif)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow