Kemendikbud Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT Termasuk SDN Mboeng
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan akan merevitalisasi 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2026, termasuk SDN Mboeng yang belum dialiri listrik meski sudah menerima papan interaktif digital.
Anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai lebih dari Rp 1,2 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, demi memperbaiki kondisi fasilitas sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
SDN Mboeng di Kabupaten Manggarai Timur menjadi prioritas setelah ditemukan dua ruang kelas dalam kondisi rusak berat dan penggunaan empat ruang kelas darurat hasil swadaya orang tua.
"Pada 2026, sebanyak 1.487 satuan pendidikan di Nusa Tenggara Timur menjadi sasaran revitalisasi dengan dukungan anggaran lebih dari Rp 1,2 triliun (Rp 1.208.684.805.539)," ujar Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan PNFI, Gogot Suharwoto, dilansir dari laman Kemendikdasmen.
Sebelumnya, program renovasi fisik telah menyentuh 580 satuan pendidikan di NTT dengan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) mencapai Rp 603,5 miliar.
Pemerintah juga mendirikan empat USB senilai Rp 14,3 miliar yang tersebar di Kabupaten Malaka, Timor Tengah Utara, dan Sumba Barat, meliputi tiga PAUD dan satu SMA.
Gogot menjelaskan bahwa digitalisasi pembelajaran berjalan bersamaan dengan revitalisasi fisik sekolah guna mempercepat transformasi pendidikan di NTT.
"Anak-anak kita membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman, tetapi pada saat yang sama mereka juga berhak mendapatkan akses terhadap pembelajaran yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, revitalisasi dan digitalisasi bukanlah pilihan salah satu. Keduanya berjalan bersama untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, termasuk bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur," tambah Gogot.
Pada 2025, bantuan digitalisasi pembelajaran senilai Rp 297,27 miliar telah menjangkau 8.985 sekolah di NTT.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow