Kementerian Kesehatan Tingkatkan Pencegahan Bunuh Diri di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan tren kematian akibat bunuh diri di Indonesia dalam tiga tahun terakhir, dengan prevalensi tahun 2023 sebesar 1,87 per 100.000 penduduk, menurut data resmi yang dilansir dari Detik Health.

Lebih dari 720 ribu orang meninggal dunia karena bunuh diri setiap tahun secara global, berdasarkan data WHO. Namun, di Indonesia, belum semua kasus bunuh diri tercatat dan terlaporkan secara lengkap.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr Imran Pambudi, MPHM, menegaskan pentingnya memahami dampak kematian bunuh diri terhadap keluarga dan lingkungan sekitar.

"Di balik setiap angka, ada kehidupan, keluarga, dan orang terdekat yang terdampak," ujar dr Imran.

Menurut dr Imran, pencegahan bunuh diri dapat dimulai dari orang-orang di sekitar korban dengan membuka komunikasi dan memberikan dukungan.

"Kita tidak harus menjadi tenaga profesional untuk mulai peduli," tambahnya, seraya menyebutkan cara efektif seperti berani bertanya dan mendengarkan tanpa menghakimi.

Psikolog Annelia Sari Sani, M.PSI., menekankan perubahan narasi dalam menghadapi orang yang berisiko bunuh diri, dari sikap diam menjadi percakapan terbuka.

"Pencegahan bunuh diri bukan hanya pekerjaan tenaga kesehatan. Kadang pencegahan dimulai jauh sebelum seseorang sampai ke fasilitas kesehatan, dimulai dari satu orang yang bersedia mendengarkan," ujar Annelia.

Dia menjelaskan contoh perubahan kalimat yang membangun empati, seperti mengganti "Jangan bicara soal bunuh diri, nanti malah kepikiran" menjadi "Mari kita berani membicarakannya."

Beberapa langkah penting pencegahan menurut Annelia meliputi melihat perubahan perilaku, mendengar tanpa menghakimi, menanggapi dengan empati, dan menghubungkan orang tersebut ke bantuan yang tepat.

Kemenkes juga menyediakan layanan hotline gratis untuk dukungan psikologis dan informasi bagi masyarakat yang mengalami tekanan dan dorongan bunuh diri.

Layanan ini dapat diakses melalui panggilan suara ke 119 ekstensi 8 atau melalui chat WhatsApp yang dapat dihubungi lewat situs resmi healing119.id, sebagaimana dilaporkan dari Detik Health.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed