Kementerian PKP Bedah Rumah Sempit Ahmad di Manggarai

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman memilih rumah milik Ahmad Sukarelani di Manggarai, Jakarta Selatan, sebagai penerima bantuan renovasi gratis melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, seperti dilansir dari Detikcom.

Hunian berukuran 10 x 5 meter tersebut dihuni oleh 21 orang dari empat kepala keluarga. Bangunan ini memiliki empat kamar tidur yang berukuran sangat terbatas hingga harus memanfaatkan ruang loteng sebagai tempat tidur tambahan.

Ahmad Sukarelani menjelaskan bahwa kondisi rumahnya dihuni oleh beberapa keluarga yang saling berhubungan kerabat.

"Di sini ada 4 KK. Saya, 7 orang, dari pihak saya, maksudnya. Anak saya sama istri saya gitu, 7 orang. (Yang lainnya?) adik saya.

Ada yang punya anak 4. Ada yang punya 2, gitu. Keluarga semualah.

Nyampur, gitu," kata Ahmad pada Jumat (22/8/2026).

Pria berusia 66 tahun itu tinggal di lokasi tersebut sejak lahir pada 1959 tanpa pernah melakukan perbaikan besar. Bangunan sering mengalami kebocoran dan genangan air saat hujan karena posisi lantai lebih rendah dari jalanan.

Seluruh pintu kamar di lorong sempit berlantai tanah tersebut sulit dibuka penuh akibat terhalang tumpukan barang. Selain itu, krisis air bersih dialami penghuni sejak masa pandemi COVID-19 sehingga harus bergantung pada pasokan bantuan dari pengurus RT setempat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau secara langsung kondisi rumah tersebut pada Jumat (21/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menanyakan kelayakan kondisi atap rumah saat terjadi hujan.

"Ini kalau hujan bocor nggak, Pak?" tanya Maruarar.

Ahmad pun memberikan tanggapan terkait kondisi kebocoran di huniannya.

"Bocor, Pak. Yang ini bocor," jawab Ahmad.

Maruarar kembali memastikan tingkat keparahan kebocoran bangunan.

"Banyak apa dikit bocornya?" kata Maruarar.

Ahmad menegaskan dampak banjir yang dialami keluarganya.

"Banyak. Banjir Pak kalau hujan," tandas Ahmad.

Menteri PKP juga menyoroti keterbatasan pencahayaan, minimnya ventilasi, serta tingkat penghasilan bulanan Ahmad yang bekerja serabutan sebesar Rp 500 ribu.

"Teman-teman media bisa lihat dua rumah tadi? Yang terakhir kita lihat rumahnya, satu rumah 4 kamar. Total 21 orang, ya?

Ngeri. Ya, lihat rumahnya tadi, udah lihat ke dalam, kan? Seperti apa, tidak ada pencahayaan, bocor.

Penghasilannya, kerjanya tadi Rp 300-500 ribu. Bayangin, gitu," ujar Maruarar.

Pemugaran rumah akan dilangsungkan pada 16 September 2026 hingga 16 November 2026 dengan anggaran bantuan sebesar Rp 20 juta. Renovasi menggunakan dinding batako dan atap genteng metal untuk menggantikan bahan asbes.

Ahmad menyampaikan rasa syukur atas bantuan perbaikan rumah yang diterima keluarganya.

"Alhamdulillah. Rumah saya bisa diperbaiki dari Pak Prabowo. Alhamdulillah, bersyukur," ungkap Ahmad.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed