KKP Dorong Kolaborasi Percepat Infrastruktur Kabel Laut Nasional
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kabel laut di Nusa Dua, Bali, pada Rabu (26/8). Langkah ini diambil guna merespons lonjakan kebutuhan konektivitas digital nasional yang bersinggungan langsung dengan pemanfaatan ruang bawah laut Indonesia.
Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana menyampaikan bahwa lonjakan kebutuhan kabel bawah laut terdorong oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital yang mencapai USD 109 miliar pada 2025, serta perkembangan cloud dan artificial intelligence (AI), sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Pemerintah daerah, badan usaha, hingga masyarakat dinilai memegang peranan penting mengingat proses perizinan dan pembangunan fisik kabel menyinggung berbagai kepentingan strategis di wilayah pesisir.
"Melalui kolaborasi juga. Jadi kan kita itu sekarang tidak bisa bergerak hanya pemerintah," ujar Kartika saat ditemui di Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026, Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8).
Kawasan laut Indonesia saat ini memiliki sifat ruang multi-use yang dimanfaatkan untuk perikanan, pelayaran, migas, pertambangan, hingga konservasi. Tanpa koordinasi yang tertata, risiko konflik pemanfaatan ruang dan gangguan jaringan kabel laut berpotensi menghambat penetrasi investasi.
"Masyarakat juga harus dikenali, ini investasi yang strategis. Dan harus juga mengakomodir kepentingan masyarakat," katanya.
Guna memberikan jaminan kepastian jalur bagi para investor, pemerintah telah menetapkan Kepmen KP Nomor 14 Tahun 2021 yang mengatur koridor kabel bawah laut nasional. Ketetapan tersebut mencakup 217 segmen, 209 titik pendaratan (landing point), dan empat lokasi stasiun pendaratan kabel (landing station) internasional.
Proses birokrasi lintas instansi yang meliputi KKP, Komdigi, Kemenhub, KLH, ESDM, Kemenhan, Pushidrosal, hingga pemda juga sedang ditransformasikan dari pendekatan sektoral-sekuensial menjadi multisektoral-simultan demi mempercepat waktu masuk pasar (time-to-market).
"Mudah-mudahan koordinasi kolaborasi yang lebih efektif di sini. Rata-rata mereka itu biasanya concern dalam konteks perizinan, efektif efisiennya itu," ujarnya.
Ekspansi investasi kabel laut saat ini juga diimbangi dengan perluasan jaringan Indonesia Cable Express (ICE) serta beberapa rencana rute kabel baru di wilayah perairan Indonesia.
"Kita yakin, karena memang market-nya besar, dan lokasi kita itu strategis. Dan kita potensial juga dari sisi ruang. Sehingga kita harus yakin bahwa kita bisa," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow