Koperasi Desa Panerusan Wetan Banjarnegara Raih Keuntungan Rp625 Juta
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Panerusan Wetan di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berhasil mencatatkan kenaikan keuntungan hingga Rp625 juta setelah beroperasi selama satu tahun sejak Agustus 2025. Lembaga ini menjadi pendorong utama ekonomi warga lokal yang mayoritas bekerja sebagai petani dan pelaku UMKM.
Kehadiran koperasi tersebut memangkas jarak tempuh petani dalam mendapatkan pasokan pupuk bersubsidi. Sebelumnya, para petani di Desa Panerusan Wetan harus menempuh perjalanan sejauh 5 kilometer ke Pasar Purwareja Klampok dengan biaya pupuk di atas Rp8.000 per kilogram serta persyaratan dokumen yang rumit.
Kini pasokan pupuk bersubsidi dapat dibeli secara langsung di desa dengan harga yang lebih terjangkau sekitar Rp8.000 per kilogram.
"Sejak ada Koperasi Desa Merah Putih di Desa Panerusan Wetan, kami sangat terbantu, jadi kalau mau beli pupuk, enggak usah jauh-jauh lagi, harga juga lebih murah," kata Suhardi kepada CNBC Indonesia, Rabu (19/8/2026).
Sebelum keberadaan lembaga tersebut, akses pasokan pertanian dinilai membutuhkan waktu dan biaya tambahan karena lokasi pembelian yang jauh.
"Dulu sebelum ada KDMP, kami harus cari pupuk cukup jauh, harganya juga agak mahal, belum karena jauh, harus pakai motor," terang Suhardi.
Ia juga menambahkan bahwa mekanisme pembelian bahan baku pertanian kini menjadi jauh lebih praktis bagi warga desa.
"Semenjak ada KDMP, kalau mau beli pupuk, tinggal beli saja, jadi makin mudah," ujar Suhadi.
Manfaat ekonomi turut dirasakan oleh Eko, seorang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) produsen kopi robusta asal Pegunungan Sitata. Penjualan harian kopi miliknya mengalami peningkatan dari 3-5 kilogram menjadi 7 kilogram per hari, dengan omzet naik dari Rp600.000 menjadi Rp1,5 juta per hari.
"Sebelum ada KDMP, cuma laku ya 3-5 kg lah per hari, penghasilannya ya cuma Rp600.000 per hari," kata Eko.
Pasar produk lokal tersebut bahkan meluas hingga mendapatkan pesanan dari luar negeri seiring berkembangnya jangkuan distribusi.
"Sejak ada KDMP, ada kenaikan penjualan, jadi 7 kg per hari, bahkan juga sempat ada permintaan dari Australia," kata Eko.
Pertumbuhan komoditas perkebunan di Kecamatan Susukan didukung oleh modal lahan seluas 31,24 hektar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjarnegara tahun 2023 mencatat populasi tanaman kopi di wilayah tersebut mencapai 3,92 juta pohon atau menyumbang 79 persen dari total tanaman perkebunan daerah.
Kepala KDMP Desa Panerusan Wetan Adi Wibowo menjelaskan bahwa pembentukan koperasi bermula dari modal awal sebesar Rp18 juta pada 17 Agustus 2025. Perkembangan usaha menghasilkan keuntungan Rp200 juta pada November 2025, sebelum akhirnya menembus angka Rp625 juta pada 2026.
"Kehadiran KDMP sangat membantu masyarakat di desa kami. Para petani kini tak perlu jauh-jauh ke Pasar Purwareja Klampok untuk mendapatkan pupuk, begitu juga masyarakat lainnya, kini sudah bisa membeli beras, gas elpiji dekat dengan rumahnya," kata Adi.
Pertumbuhan finansial unit usaha desa ini diiringi dengan ekspansi jumlah anggota aktif yang terdaftar.
"Modal awal di 17 Agustus tahun lalu, itu sekitar Rp18 juta, sekarang sudah mendapatkan keuntungan hingga Rp625 juta," terang Adi.
Jumlah anggota aktif koperasi mengalami peningkatan dari 314 orang pada awal berdiri menjadi 525 anggota yang terdiri dari petani dan pelaku UMKM.
"Alhamdulillah, kepercayaan itu masih terjadi hingga kini, sekarang KDMP di sini anggotanya sudah mencapai 525, termasuk para petani dan UMKM," ujarnya.
BPS mencatat sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang lebih dari 27 persen terhadap PDB Banjarnegara sepanjang 2021–2025, yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tumbuh mencapai 5,26 persen pada 2025.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono menyatakan bahwa koperasi desa memegang peran penting dalam menghidupkan kembali tradisi gotong royong dan memperkuat ketahanan ekonomi warga.
"Koperasi dapat menjadi wadah untuk menghidupkan kembali semangat tersebut sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat," ujarnya saat diwawancari CNBC.
Pemerintah daerah mendorong digitalisasi dan pemanfaatan sistem penjualan daring agar komoditas dari 20 kecamatan di Banjarnegara dapat dipasarkan secara lebih luas tanpa bergantung pada transaksi fisik.
"Jadi (koperasi) tidak hanya menampung dan menampung ini kan sekarang bisa virtual dalam arti tidak barangnya di situ bisa membangun dengan digital dengan nya penjualan online sekarang sudah sudah mulai ada. Jadi digitalisasi juga kita manfaatkan untuk membangun koperasi itu." Imbuhnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow