Kuasa Hukum Ungkap Bukti Kekerasan Seksual dalam Kasus Betrand Peto

Smallest Font
Largest Font

Kuasa hukum ANW, perempuan yang mengaku korban kekerasan seksual, buka suara soal kasus yang melibatkan Betrand Peto, dengan menunjukkan bukti visum fisik hasil pemeriksaan medis, di Jakarta Utara, Minggu malam.

Menurut Nathaniel Hutagaol, bukti tersebut menunjukkan adanya kekerasan dan pemaksaan, termasuk luka pada hidung yang diduga benturan, serta memar dan bekas cakaran pada leher dan tangan korban.

Bukti visum sudah diserahkan ke polisi, sementara ANW dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin pagi pukul 11.00 WIB, dilansir dari Detik Hot.

Nathaniel meminta polisi mengusut laporan ini secara tegas tanpa pandang bulu agar tidak ada korban berikutnya.

"Saya minta kepada Polda Metro untuk bijak, untuk betul-betul tegas menindak pelaku-pelaku kekerasan seksual. Kenapa? Hari ini kalau dia mungkin kalau tidak bersuara, akan ada korban-korban berikutnya," ujar Nathaniel.

Dia menambahkan bahwa ANW dan temannya awalnya tidak mengenal Betrand Peto maupun orang lain di ruangan tersebut, dan mereka diajak oleh seorang waitress untuk bergabung ke dalam sebuah room.

"Karena diajak di sana, mereka gabung, minum, dan terjadilah dugaan tindak pidana pelecehan itu," kata Nathaniel.

ANW sendiri menjelaskan kedatangannya hanya bersama seorang teman bernama D, dan sempat menyapa orang-orang di dalam room sebelum berjoget dan duduk bersama.

"Nggak ngobrol. Kayak cuma say hello aja karena kan kita diundang di room itu ya. Gimana kita menghargai si yang punya room aja sih, kayak say hello, terus kita joget bareng, udah," ujar ANW.

Terkait dugaan kekerasan seksual, Nathaniel memilih tidak mengungkap detail untuk menjaga kondisi psikologis kliennya.

"Dia ditarik ke toilet, dipaksa untuk berhubungan badan, dan dilakukan kekerasan. Makanya sudah dilakukan visum, besok mungkin pihak Polda akan mengambil visum tersebut. Kalau dibilang lebih detail, sangat tidak etis, apalagi itu sama saja saya menyerang mental korban... mental klien saya. Intinya ada pelecehan, seperti itu," jelas Nathaniel.

ANW juga mengaku tidak dalam kondisi mabuk saat kejadian di luar toilet.

"Aku nggak mabok. Aku nggak tahu dia. Karena kita datang, mereka udah ada (miras)," ucap ANW.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed