LPS Beberkan 3 Peran Penting Perbankan Jaga Stabilitas Ekonomi

Smallest Font
Largest Font

Sektor perbankan memegang peranan yang sangat krusial dalam menopang stabilitas perekonomian nasional. Kegagalan pada fungsi bank dapat berimbas langsung pada kelumpuhan aktivitas dunia usaha.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menekankan pentingnya menjaga tiga fungsi utama perbankan. Ketiganya mencakup wadah penyimpanan kekayaan, penyalur pembiayaan kegiatan ekonomi, serta fasilitator sistem pembayaran.

Anggota Dewan Komisioner LPS, Doddy Zulverdi, menegaskan bahwa gangguan pada salah satu fungsi tersebut akan meruntuhkan kepercayaan publik. Hal itu disampaikannya dalam acara Lampung Financial Festival yang dikutip dari Detik Finance via YouTube resmi LPS, Minggu (6/9/2026).

"Seandainya satu dari tiga dari fungsi utama ini tidak berjalan, simpanan tidak bisa disimpan dengan baik di bank karena banknya tidak bisa dipercaya, kemudian banknya juga tidak bisa penyalurkan pembiayaan karena dia tidak punya sumber dana akibatnya banyak pengusaha kita tidak bisa dapat kredit, pembiayaan, atau sistem pembayaran kita ambruk karena banknya tidak dapat menjalankan fungsinya, ekonomi akan ambruk," ungkap Doddy Zulverdi.

Sejarah mencatat kelumpuhan fungsi perbankan pernah memicu krisis ekonomi di Indonesia pada periode 1997-1998. Pengalaman pahit tersebut mendorong LPS untuk memperketat pengawasan dan perlindungan sektor perbankan.

Ketahanan perbankan nasional terbukti menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tekanan global selama tiga dekade terakhir. Sektor ini tetap kokoh melewati Krisis Keuangan Global 2007-2008, pandemi Covid-19, hingga konflik geopolitik di Rusia dan Timur Tengah.

"Dan ini lah yang membuat selama tiga dekade terakhir, begitu banyak krisis, begitu banyak tekanan, gejolak dunia yang kita hadapi, ada krisis keuangan global 2007-2008, yang terakhir krisis Covid, atau yang sekarang masih berjalan perang di Rusia, perang di Timur Tengah, itu kenapa ekonomi kita bertahan padahal tekanannya luar biasa? Nilai tukar melemah, harga minyak semua naik, tapi ekonomi kita nggak ambrukan, alhamdulilah, ya karena bank kita kuat," terangnya.

Guna mendeteksi kesehatan perbankan, masyarakat dapat memperhatikan beberapa indikator utama. Bank yang tidak sehat biasanya menawarkan suku bunga terlampau tinggi, memiliki likuiditas rendah, serta menghadapi risiko kredit macet yang melonjak.

Indikasi suku bunga yang tidak wajar bisa diukur melalui batas tingkat penjaminan LPS. Saat ini, batas bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum berada di angka 3,75 persen, sementara simpanan valuta asing sebesar 2 persen, dan simpanan di BPR mencapai 6,25 persen.

"Bandingkan dengan tingkat penjaminan LPS, sekarang itu tingkat bunga penjaminan LPS, kalau untuk simpanan rupiah di bank umum maksimum 3,75% itu adalah tingkat bunga penjaminan LPS. Kalau di atas itu, ada yang menawarkan, saat itu berarti tidak dijamin. Kalau simpanannya dalam bentuk valas, valuta asing, tingkat bunga penjaminannya sekarang 2%. Kalau simpanannya di BPR itu sekarang 6,25%," pungkasnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed