Nusron dan KPK Latih 40 ASN Integritas untuk Pelayanan Pertanahan
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid membuka Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas PRESTASI bekerja sama dengan KPK di Cikeas. Kegiatan yang diikuti 40 ASN itu menekankan integritas aparatur untuk mempermudah pelayanan pertanahan dan tata ruang.
PRESTASI untuk pertama kalinya digelar ATR/BPN bersama KPK, berlangsung di BPSDM ATR/BPN pada Selasa 11/8. Peserta angkatan pertama terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Kantor Wilayah BPN.
Nusron menegaskan birokrasi harus hadir untuk kemudahan masyarakat, bukan menambah hambatan. Ia menilai pelatihan dibutuhkan karena sebagian besar tugas kementerian berkaitan langsung dengan pelayanan publik.
"Semangat kita adalah mempermudah rakyat. Kenapa kita harus mempermudah rakyat? Karena birokrasi memang dibuat untuk mempermudah," ujar Nusron Wahid.
Nusron menyebut sekitar 75 hingga 80 persen tugas pokok ATR/BPN bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, khususnya pertanahan dan tata ruang. Ia menyatakan transformasi pelayanan tidak cukup hanya memperbaiki sistem, tetapi juga harus diikuti peningkatan kualitas SDM atau sinten.
"Dengan adanya pelatihan ini saya sangat gembira karena terkait dengan transformasi pelayanan yang sudah dan sedang kita lakukan," ujar Nusron Wahid.
Ia menjelaskan transformasi pelayanan bertumpu pada dua unsur utama, yakni Sistem dan Sinten (SDM). Menurutnya, pelatihan tersebut meningkatkan kualitas sinten.
"Kunci dari transformasi pelayanan yang saat ini kita kerjakan itu adalah kami sudah membuat rumus, berkali-kali saya sampaikan, tergantung dengan dua S: Sistem dan Sinten (SDM). Pelatihan kali ini meningkatkan kualitas Sinten," kata Nusron Wahid.
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengatakan pendidikan dan pencegahan menjadi fondasi penting selain penindakan. Ia menekankan integritas harus ditunjukkan melalui perbuatan yang konsisten, termasuk saat ada kesempatan melakukan korupsi.
"Integritas itu harus ditunjukkan dengan perbuatan. Apa yang kita katakan benar, ya benar. Apa yang kita katakan salah, ya salah.
Apa yang kita katakan di depan, jangan korupsi, di belakang juga kita tidak boleh korupsi. Itu namanya berintegritas," kata Ibnu Basuki Widodo.
PRESTASI diharapkan menjadi landasan ASN dalam pengambilan keputusan serta pelaksanaan tugas pelayanan sehari-hari. Program pembukaan juga dihadiri Sekjen ATR/BPN Dalu Agung Darmawan serta Direktur Pendidikan KPK Yonathan Demme Tangdilintin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow