Pemerintah Buka 25 Prodi PPDS Berbasis Rumah Sakit

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Republik Indonesia resmi membuka 25 program studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru berbasis rumah sakit guna mengatasi kekurangan 65.000 dokter spesialis serta memperluas akses pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Langkah akselerasi tersebut mendapat tanggapan positif dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan. Penambahan program studi ini dinilai menjadi solusi nyata untuk mendistribusikan tenaga medis secara merata ke daerah-daerah yang membutuhkan.

"Jadi Pak Presiden ini kan memiliki berkeinginan supaya daerah-daerah yang kekurangan dokter itu bisa dipenuhi. Nah tentu ini memerlukan langkah yang akseleratif," tutur Fauzan usai acara Talkshow Ragi Nusantara di Antara Heritage Center, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Meskipun percepatan terus dilakukan, penjaminan mutu dan standar pendidikan kedokteran tetap dipastikan berjalan sesuai ketetapan. Keberadaan lembaga pengontrol kualitas yang komplit dinilai mampu menjaga keunggulan proses hingga kelulusan para dokter.

"Kalau dalam pendidikan kedokteran saya kira institusinya sudah sangat komplit. Institusi yang memang mengontrol kualitas. Tidak hanya sekedar kualitas proses tetapi juga kualitas lulusan, sehingga itu tidak perlu dikhawatirkan lagi," ujarnya lebih lanjut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa puluhan program studi baru tersebut mencakup 11 prodi spesialis dasar serta 14 prodi Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) yang dijalankan melalui kemitraan bersama berbagai perguruan tinggi.

Sejumlah perguruan tinggi yang terlibat dalam kemitraan ini antara lain Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, Universitas Brawijaya, dan Universitas Indonesia.

Daftar prodi spesialis dasar yang dibuka meliputi Anestesiologi dan Terapi Intensif di RS Ortopedi Prof dr Soeharso Surakarta serta RSU Hermina Depok, Obstetri dan Ginekologi di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta, Radiologi di RSUP Prof dr R D Kandou Manado, RSUP Persahabatan, serta RSUP Dr M Djamil.

Selain itu, terdapat prodi Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, serta Ilmu Bedah di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Sementara pada kelompok KJSU dan spesialis lainnya, prodi Jantung dan Pembuluh Darah dibuka di RSU Murni Teguh Memorial Hospital dan RSUD dr Soedarso, Kedokteran Nuklir di RSUP Dr Kariadi, Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre Kedoya, serta Orthopaedi dan Traumatologi di RSD dr Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed