Pemerintah Siapkan Anggaran Rp80 Miliar Bangun Huntap di NTT
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengalokasikan anggaran pembangunan 244 unit hunian tetap bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (4/9/2026), dilansir dari Detikcom.
Proyek konstruksi tersebut dipusatkan di Desa Todo, Kecamatan Satar Mese Barat. Prosesnya saat ini masih memasuki tahap lelang detail engineering design serta manajemen konstruksi.
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Fitrah Nur mengonfirmasi kesiapan pembiayaan proyek hunian tersebut.
"Dana kita siapkan untuk 244 rumah tahun ini," ucap Fitrah melalui sambungan telepon, Jumat (4/9/2026).
Total alokasi pembiayaan yang disalurkan mencakup kebutuhan fisik bangunan hingga tata kelola perencanaan di lapangan.
Direktur Penyiapan Lahan & PSU Kementerian PKP Indra Gunawan menyebutkan anggaran yang sudah disiapkan tahun ini sebesar Rp 80 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun 244 unit rumah di Flores Timur serta proses perencanaan dan manajemen konstruksi.
"(Anggaran bangun huntap) Rp 80 miliar sudah termasuk perencanaan dan MK-nya," kata Indra.
Pengerjaan fisik dijadwalkan mulai berjalan pada akhir tahun dan dirancang rampung secara bertahap bersamaan dengan pengerjaan fasilitas pendukung lainnya.
"Mulai dibangun tahun ini 244 (unit). Selesai pembangunan itu hampir di Oktober (2027)," ucapnya.
Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur juga telah menyediakan beberapa titik lokasi cadangan untuk menampung seluruh warga terdampak.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan ada tiga lokasi lahan yang disiapkan untuk membangun hunian tetap bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi sejak 2024 silam. Lokasi tersebut bisa menampung total 2.160 unit.
"Untuk Lewotobi Laki-laki yang di Flores Timur yang sudah dari dua tahun lalu kejadiannya, kita rencana nanti ada tiga tempat," kata Laka Lena.
Pembagian kawasan mencakup Wilayah Todo untuk 960 kepala keluarga, Kuhe untuk 200 kepala keluarga, serta Walang untuk 200 kepala keluarga.
"Totalnya nanti akan mencapai 1.000 tambah 960 dan tambah 200 berarti ada sekitar 2.160 KK (mendapat bantuan huntap)," ucapnya.
Rencana penanganan pemukiman ini terafiliasi dengan komitmen awal kementerian sejak masa tanggap darurat awal bencana.
"Kami akan membangun 2.700 unit rumah bagi warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT," ujar pria yang akrab disapa Ara dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (21/11/2024).
Tahapan pelaksanaan fisik membutuhkan pemenuhan kelayakan teknis serta kelengkapan administratif sebelum unit dapat ditempati.
"Dari segi infrastrukturnya beres, dari keamanannya, dari geologi oke, dari BNPB oke, kami butuh waktu sekitar 5,5 bulan untuk membangun hunian itu. Ada proses perizinan dan keamanannya," kata Ara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow