Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Berlangsung Bertahap Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2026 berjalan bertahap mulai pertengahan Juli hingga akhir Agustus 2026 di berbagai daerah di Indonesia.

Proses pencairan dana ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) disesuaikan dengan validasi data penerima, kesiapan pemerintah daerah, serta administrasi perbankan agar distribusi berjalan lancar tanpa antrean panjang.

Penyaluran bansos tahap ketiga ini mengikuti skema empat tahap dalam satu tahun anggaran, yakni Januari–Maret, April–Juni, Juli–September, dan Oktober–Desember, agar penyaluran lebih tertib dan terukur, menurut palpos.disway.id.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan pemutakhiran data penerima bansos dilakukan secara berjenjang mulai dari RT/RW hingga Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum penyaluran.

"Bansos triwulan ke-III sedang kita proses. Kemarin kita sudah dapat data terbaru dari BPS, sekarang kita sedang cleansing, insyaallah dalam waktu dua-tiga hari ini sudah selesai, dan setidak-tidaknya tanggal 20 nanti sudah mulai disalurkan," ujar Saifullah Yusuf, dilansir dari Kompas.tv.

Lebih lanjut, Saifullah menyebut adanya perubahan status penerima bansos berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data sehingga ada KPM yang tetap menerima, yang tidak lagi menerima, serta penerima baru.

Pada tahap ketiga, sebanyak 475.821 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru ditambahkan ke dalam daftar penerima setelah verifikasi lapangan dan pembaruan data sosial ekonomi, menurut palpos.disway.id.

Pencairan bansos tidak terjadi serentak karena tergantung proses administrasi dan validasi data di masing-masing daerah dan bank penyalur, sehingga KPM diimbau tidak langsung menyimpulkan bantuan tidak cair jika saldo belum masuk.

Beberapa KPM yang menggunakan KKS Bank BRI mulai menerima pencairan awal Agustus, sementara pengguna bank lain seperti BNI, Mandiri, dan BSI masih menunggu tahap berikutnya, menurut Herald.id.

KPM disarankan memeriksa saldo melalui aplikasi mobile banking untuk menghindari antrean di ATM dan memantau perkembangan pencairan secara berkala.

Pemerintah menggunakan sistem desil untuk menentukan prioritas penerima, dengan kelompok desil 1 sebagai prioritas utama penerima bantuan sosial.

Untuk mengecek status penerima bansos secara mandiri, masyarakat dapat mengakses layanan resmi Kemensos dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 16 digit pada situs cekbansos.kemensos.go.id, sebagaimana dijelaskan oleh Kompas.tv dan palpos.disway.id.

Penerima bansos PKH menerima bantuan sesuai kategori, mulai dari ibu hamil, anak usia dini hingga lansia, dengan besaran yang disalurkan secara bertahap sepanjang tahun 2026.

Program Sembako diberikan sebesar Rp200.000 per bulan per KPM melalui bank atau kantor pos penyalur secara tunai maupun non-tunai.

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi bansos hanya dari kanal resmi seperti Kemensos dan pendamping sosial untuk menghindari informasi keliru.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed