Asuransi Astra Jelaskan Penyebab Premi Mobil Listrik Lebih Mahal

Smallest Font
Largest Font

PT Asuransi Astra Buana mencatatkan pertumbuhan kinerja bisnis pada semester pertama 2026 sekaligus mengidentifikasi tingginya tingkat risiko kendaraan listrik yang memicu tarif premi asuransi jenis mobil ini lebih mahal dibanding kendaraan konvensional pada Jumat (11/9/2026) di Jakarta Selatan.

Pertumbuhan kinerja lini asuransi kendaraan bermotor melalui Garda Oto dan asuransi kesehatan menjadi penopang utama perusahaan di tengah tantangan kontraksi pendapatan premi industri asuransi umum nasional yang turun 3,04 persen secara tahunan menjadi Rp88,36 triliun hingga Juli 2026.

President Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus menjelaskan bahwa perseroan tetap mencatatkan performa positif berkat strategi diversifikasi produk saat sektor komoditas dan alat berat mengalami tekanan regulasi.

"Ya kalau sekarang kan dilihat kan memang tingkat resikonya (mobil listrik) lebih tinggi," kata President Director Asuransi Astra Maximiliaan Agatisianus.

Perusahaan menegaskan bahwa penetapan tarif premi kendaraan bermotor tidak dilakukan secara sepihak melainkan tetap tunduk pada koridor regulasi pemerintah.

"Pasti juga semua melakukan premium test. Tapi untuk urusan premi kan sebenarnya udah diatur sama regulator kan.Dengan regulasinya kan ada batas sampai dari bawah sampai ke atas-atas," kata dia.

Lini asuransi kendaraan Garda Oto mencatatkan perbaikan kinerja yang sejalan dengan peningkatan penjualan industri otomotif nasional, meskipun volume penjualan belum kembali sepenuhnya ke level normal satu juta unit.

"Ya kita puji syukur Alhamdulillah kita masih bisa perform baik kuartal 1 maupun semester 1. Kita tetap tumbuh," kata Maxi.

Manajemen menambahkan bahwa tantangan utama pada lini bisnis asuransi kesehatan yang saat ini tumbuh tinggi adalah kemampuan mengendalikan klaim.

"Sehingga pertumbuhan dengan itu misalnya alat-alat berat itu juga terpengaruh. Sehingga asuransi Astra itu terpengaruh," jelasnya.

Untuk menjaga kestabilan bisnis retail, perusahaan terus mengoptimalkan produk unggulan di sektor kendaraan bermotor.

"Namun kami senantiasa melakukan diversifikasi," ujarnya.

Sektor otomotif domestik yang mulai bangkit turut memberikan dorongan positif bagi realisasi premi kendaraan bermotor.

"kalau ditanya untuk yang produk yang menjadi salah satu core ha kami yaitu produk gardauto, motor vehicle masih dapat tumbuh dengan baik," ucapnya.

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh kondisi pasar kendaraan nasional yang berangsur membaik dibanding periode tahun sebelumnya.

"Kalau kita lihat, pertumbuhannya di industri juga cukup baik," ujarnya.

Meskipun kondisi pasar belum sepenuhnya pulih, tren penjualan mobil menunjukkan sinyal positif bagi industri proteksi.

"Setelah memang industri juga belum mencapai kondisi normal penjualan 1 juta, belum, Itu belum nyampe. Tapi dibandingkan dengan kondisi tahun lalu juga membaik, sehingga kondisi gara-gara motor kita juga cukup membaik," sambungnya.

Tingginya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan kesehatan turut mendorong permintaan produk asuransi kesehatan di tengah dinamika industri.

"Di lain pihak untuk asuransi kesehatan juga masih bertumbuh dengan baik, kita lihat awareness akan demand akan permintaan asuransi kesehatan kan cukup tinggi, meskipun tantangannya adalah gimana mengendalikan klaim," ujarnya.

Perusahaan optimis mampu mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun melalui pengawasan klaim yang terukur.

"Sehingga bisa selesai peka di tengah tantangan yang cukup tinggi di tahun ini. Asuransi Astra sampai dengan semester 1 ini masih dapat berjalan dan tumbuh mekar dengan baik," tuturnya.

Dari sisi operasional teknis, Chief Technical Officer Asuransi Astra Mulia K.B. Siregar membeberkan dua faktor utama yang menyebabkan besaran premi kendaraan listrik lebih tinggi ketimbang mobil berbahan bakar minyak.

"EV itu ada, setidaknya ada dua faktor.Satu dari jasanya, jasa pengerjaannya itu relatif lebih mahal daripada mobil kompensen engine.Yang kedua dari parts-nya," ata dia.

Mulia menambahkan bahwa harga komponen cadangan mobil listrik di pasaran saat ini masih berada di tingkat yang cukup tinggi.

"Parts-nya sendiri pun lebih mahal daripada combustion engine," jelasnya lagi.

Data BBC menunjukkan biaya asuransi mobil listrik berkisar 10 hingga 25 persen lebih mahal dibanding mobil bensin atau diesel tergantung merek dan modelnya.

"EV itu ada, setidaknya ada two faktor. Satu, dari jasanya, jasa pengerjaannya itu relatif lebih mahal daripada mobil combustion engine," ujar Mulia K.B. Siregar Chief Technical Officer Asuransi Astra.

Guna merumuskan skema tarif yang tepat, Asuransi Astra melakukan riset internal dan menemukan bahwa profil risiko kendaraan listrik beraneka ragam.

"Kita melakukan studi secara internal untuk melihat berapa sih sebenarnya harga yang pas, yang kita terapkan untuk EV ini. Dan studi kita sementara ini bahwa beda merek bisa beda risiko," kata Mulia.

Sampai saat ini Otoritas Jasa Keuangan belum merubah Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017 tentang Penetapan Tarif Premi Asuransi Kendaraan Bermotor, meski OJK berencana menyempurnakannya untuk mengakomodasi risiko baru mobil listrik seperti baterai, tegangan tinggi, fitur tanpa suara, dan kegagalan sistem.

"Iya, OJK setidaknya sampai sekarang belum ada revisi terhadap premi yang berlaku sekarang," kata Mulia.

Penetapan tarif proteksi kendaraan listrik dipastikan akan tetap memperhitungkan karakteristik unik dan basis data dari masing-masing produsen.

"Yang kedua, dari parts-nya. Parts-nya sendiri pun lebih mahal daripada combustion engine," kata dia lagi.

Kajian mendalam terus berlangsung agar penetapan harga premi selaras dengan perkembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia.

"Dan studi kita sementara ini bahwa beda merek bisa beda risiko," tutupnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed