Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Bambang Setiawan di Bogor
Polda Metro Jaya menangkap tiga orang tersangka kasus pengeroyokan yang menewaskan pedagang kaca bernama Bambang Setiawan saat kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus lalu. Ketiga pelaku berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29) diringkus di wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (11/9/2026) sekira pukul 21.30 WIB.
Penetapan para tersangka dilakukan penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya setelah memeriksa 14 orang saksi dan mengumpulkan berbagai alat bukti digital. Saat ini seluruh tersangka telah resmi ditahan di Rutan Polda Metro Jaya guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan tempat persembunyian para pelaku merupakan hasil kerja keras tim di lapangan.
"Pada tanggal 11 September 2026 keberadaan tiga orang terduga pelaku berhasil kami amankan, dan kami lakukan penangkapan di wilayah Babakan Madang, Kabupaten Bogor, sekira pukul 21.30 WIB," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Sabtu (12/9/2026).
Proses identifikasi para pelaku diawali dari pencocokan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara serta analisis mendalam terhadap sejumlah video amatir yang beredar luas di media sosial.
"Kami ambil dari video-video yang beredar mungkin rekan-rekan juga banyak menerima edaran-edaran video ini, di mana di sana terlihat satu orang berbaju hitam dan memakai topi memukul korban dengan papan kayu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin saat konferensi pers, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Penyidik kemudian memadukan temuan video tersebut dengan hasil olah tempat kejadian perkara. Petunjuk krusial didapatkan petugas setelah menemukan jejak sidik jari laten pada objek yang digunakan pelaku saat melakukan penganiayaan.
"Kemudian selanjutnya kami juga melakukan analisis terhadap seseorang yang memakai kaus hitam pendek, topi, tas, dan memegang kayu, dan menyeret korban. Lanjut dari hasil analisa CCTV. Ini beberapa CCTV yang terus kami analisis dengan video amatir dan maupun CCTV-CCTV dari DVR yang kami lakukan penyitaan," ujar Imannudin.
Guna mempersempit ruang gerak pelaku, penyidik kepolisian juga melibatkan ahli untuk menyusun serta mempublikasikan sketsa wajah terduga penyerang ke khalayak umum.
"Nah, kemudian rekan-rekan sekalian, kami informasikan bahwa pada saat melakukan olah TKP, atau olah tempat kejadian perkara, tim olah TKP menemukan adanya beberapa sidik jari di benda-benda yang ditemukan oleh tim olah TKP kami," lanjutnya.
Penerbitan sketsa wajah tersebut didasarkan pada keterangan para saksi serta pencocokan data fisik yang didapatkan dari rekaman alat pengawas digital di lokasi kejadian.
"Selanjutnya beberapa waktu yang lalu kami juga telah merilis sketsa wajah. Itu kita dapatkan, atau kami dapatkan, dari keterangan saksi-saksi, kemudian dari petunjuk-petunjuk yang ada di TKP, maupun petunjuk-petunjuk yang diperoleh oleh penyidik di dalam proses penyidikan. Selanjutnya muncul sketsa wajah yang kami sempat informasikan kepada rekan-rekan beberapa waktu yang lalu," ujarnya.
Ciri-ciri fisik terduga pelaku pertama digambarkan berwajah oval, beralis tipis, dan berbibir tebal. Sementara terduga kedua digambarkan memiliki wajah kotak, hidung pesek, serta memiliki kumis dan janggut.
"Dari sana tim penyidik lanjut dari sana kemudian tim penyidik melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, sebagaimana kita ketahui Bapak Bambang Setiawan atau Pak BS almarhum. Dan akhirnya kami dapat melakukan penangkapan terhadap para terduga pelaku tersebut," imbuh Imannudin.
Penangkapan ini ditegaskan kepolisian sebagai langkah konkret dalam memberikan kepastian hukum atas peristiwa tindak pidana pengeroyokan serta pengrusakan fasilitas umum di kawasan Pejompongan.
"Rangkaian proses penyidikan yang kami lakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik kepada masyarakat," katanya.
Proses pemeriksaan hingga saat ini terus berlanjut di Polda Metro Jaya. Kepolisian mengonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi keterlibatan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam kasus insiden maut tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow