Presiden Iran Beri Ultimatum Balas Serangan AS di KTT SCO
Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan ultimatum kepada Amerika Serikat untuk mematuhi kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni 2026, saat KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Bishkek, Selasa (1/9/2026).
Ultimatum ini disampaikan setelah terjadi pertukaran serangan antara kedua negara, di mana AS menyerang Pulau Larak dan Iran membalas dengan serangan ke dua pangkalan udara AS di Yordania.
"Saya menyatakan dengan jelas bahwa jika Amerika Serikat kembali ke komitmennya berdasarkan Nota Kesepahaman, Republik Islam Iran akan segera membalas," ujar Pezeshkian, menurut media pemerintah Iran.
Kesepakatan tersebut ditandatangani sebagai upaya meredakan ketegangan pasca serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, serta menjamin pelayaran bebas di Selat Hormuz yang strategis bagi distribusi minyak global.
Pezeshkian menegaskan Iran tidak menginginkan perang, namun siap melawan agresi dengan tegas serta membuka opsi perundingan untuk menyelesaikan konflik dengan Washington.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa akan ada tanggapan atas serangan Iran, namun belum dianggap sebagai perang skala penuh.
Trump kemudian menegaskan tidak akan memaksa Iran ke meja perundingan dan menyerukan rakyat Iran untuk "bangkit dan berjuang." Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut ekonomi Iran "benar-benar kolaps" dan AS hampir mengendalikan Selat Hormuz.
Militer AS menyatakan telah menyerang beberapa target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) termasuk situs pertahanan udara, radar, fasilitas maritim, dan sistem komunikasi sebagai bagian dari gelombang serangan terbaru.
Setelah serangan itu, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga AS yang berada di Timur Tengah. Peringatan ini menyebut situasi keamanan yang kompleks dan potensi eskalasi yang tidak terduga.
"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan," kata Departemen Luar Negeri AS.
Selain itu, peringatan juga menyebut potensi serangan terhadap kepentingan AS di luar negeri oleh Iran dan kelompok pendukungnya, termasuk fasilitas diplomatik dan bisnis AS di berbagai negara.
Pada sisi lain, Presiden Iran Pezeshkian menilai nota kesepahaman perdamaian yang ditandatangani pada Juni 2026 membawa manfaat bagi Iran, kawasan Asia Barat, dan dunia. Ia menegaskan MoU itu menghalangi agresi dan kekacauan dari AS dan Israel.
Dalam pernyataan di Teheran, Pezeshkian mengajak negara-negara Muslim untuk bersatu melawan "rencana jahat musuh" dan menegaskan Iran tidak pernah memulai perang, tetapi akan melawan agresor dengan tegas.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memperingatkan adanya upaya manipulasi pasar energi global untuk keuntungan pribadi yang memperpanjang konflik antara AS dan Iran.
KORPS Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan telah menghancurkan kelompok "teroris" yang berafiliasi dengan AS dan Israel di provinsi Sistan dan Baluchestan, menewaskan satu anggota dan menangkap enam lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow