Skor Matematika PISA 2025 Indonesia Turun Menjadi 364 Poin

Smallest Font
Largest Font

Skor matematika siswa Indonesia berusia 15 tahun dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 mengalami penurunan dua poin menjadi 364. Capaian ini berada di bawah rata-rata 91 negara dan wilayah ekonomi peserta yang mencapai 469 poin, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

PISA merupakan survei dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang mengukur kemampuan sains, membaca, dan matematika. Pada edisi 2025, PISA melibatkan 760.000 siswa di seluruh dunia. Berdasarkan data PISA 2025, persentase siswa Indonesia yang mencapai standar kompetensi minimum matematika baru menyentuh angka 16,93 persen.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati menjelaskan bahwa siswa Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan saat menyelesaikan persoalan perhitungan matematis secara langsung. Namun, tantangan utama muncul ketika mereka dihadapkan pada soal cerita berkonteks kehidupan sehari-hari.

"Dia harus bisa menerjemahkan. Kita sangat unggul kalau sudah diketahui persamaan matematikanya, tinggal menghitung, tinggal mencari," ucap Rahmawati pada Peluncuran Hasil PISA 2025 di Gedung E Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Siswa yang telah memenuhi kompetensi minimum dinilai mampu memformulasikan masalah nyata ke dalam rumus matematis. Pembacaan tabel, teks, maupun grafik kerap menyajikan informasi yang beragam sehingga membutuhkan pemilahan informasi secara cermat.

"Karena permasalahan sehari-hari, ini artinya ada informasi, baik dalam bentuk teks, dalam bentuk grafik, dalam bentuk kabel, yang informasinya bisa jadi ada yang relevan, ada yang tidak relevan, kemudian kita diminta untuk memecahkan solusi. Tapi, sebelum kita memecahkan solusi, kita harus bisa menerjemahkan apa formula matematika dari masalah tersebut," kata Rahmawati.

Isu ini menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan nasional untuk melatih daya cerna dan pemahaman konsep dasar para murid.

"Nah ini yang menjadi pekerjaan kita juga," ucap Rahmawati.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai hasil penilaian internasional ini sepatutnya mendorong perubahan gaya mengajar di ruang kelas agar tidak sekadar berfokus pada hafalan.

"Jadi yang dipelajari di kelas itu hendaknya bermakna, membangun nalar kritis murid, mereka dapat menyelesaikan persoalan riil menggunakan pendekatan matematika", kata Satriwan dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).

Di sisi lain, survei PISA 2025 mencatat keunggulan pendidik di Tanah Air. Sebanyak 85 persen siswa menganggap guru terus mengajar hingga mereka paham, melampaui rata-rata OECD sebesar 69 persen. Selain itu, 80 persen siswa merasa mendapat bantuan tambahan dari guru saat mengalami kesulitan, lebih tinggi dibandingkan rata-rata OECD sebesar 73 persen.

"Guru di Indonesia punya rasa tanggung jawab dan dedikasi tinggi kepada murid," kata Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri.

Tingginya perhatian pendidik dinilai mampu menekan kesenjangan pemahaman antarpeserta didik melalui pendampingan yang inklusif.

"Guru menjelaskan materi ke murid sampai mereka benar-benar memahaminya. Dukungan belajar yang kuat dari guru dapat memperkecil ketimpangan pemahaman antarmurid, sebab guru meluangkan waktu ekstra kepada semua murid tanpa kecuali," sambung Iman.

Pemerintah berencana menindaklanjuti temuan tersebut dengan memperkuat kompetensi pengajar dan mengubah skema pelatihan. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin menegaskan fokus ke depan ditekankan pada pembelajaran kontekstual dan pemecahan masalah nyata.

"Bukan sekadar menghafal rumus. Jadi dukungan, terutama dukungan dari buku, dukungan dari pelatihan guru, asesmen, dan juga pendampingan sekolah, itu yang juga akan diselaraskan dengan arah tersebut," kata Toni.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed