Sopir Truk Asal Tulungagung Tewas dalam Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
Satu dari lima korban tewas dalam insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, teridentifikasi sebagai Sari Sukoco (39), seorang sopir truk ekspedisi asal Kabupaten Tulungagung.
Jenazah almarhum tiba di rumah duka yang berlokasi di Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Korban kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat setelah disemayamkan selama sekitar 30 menit.
Sari dilaporkan mengalami musibah saat mengangkut muatan perangkat pendingin ruangan dari Jakarta menuju Makassar bersama rekannya, Bambang Susilo. Keduanya sempat tertahan selama sepekan di Surabaya untuk menanti jadwal keberangkatan kapal sebelum musibah terjadi.
Saat api mulai membesar dan membakar bagian depan kendaraan di KMP Mutiara Sentosa 2, Bambang sempat mengimbau Sari untuk melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
"Mas, ayo lompat!" kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Ajakan untuk menyelamatkan diri tersebut ditanggapi secara tenang oleh korban di tengah kepanikan penumpang lain.
"Nanti-nanti saja," ujar Sari Sukoco, korban tewas KMP Mutiara Sentosa 2.
Bambang menjelaskan bahwa situasi di atas kapal kian mendesak karena lantai dan kaca kapal mulai terasa sangat panas akibat jilatan api.
"Kami berangkat satu kendaraan ekspedisi membawa muatan pendingin ruangan tujuan Makassar. Saya sama almarhum satu truk," kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Proses penantian kapal sebelumnya diisi dengan beristirahat sejenak di kediaman mereka sebelum akhirnya bertolak menuju pelabuhan.
"Kami sudah menunggu kapal hampir seminggu. Muatan dari Jakarta sudah siap, lalu kami pulang dulu ke Tulungagung. Begitu jadwal kapal sudah dekat, kami berangkat lagi ke Surabaya," kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Ketika kondisi fisik kapal mulai tidak memungkinkan untuk dipertahankan, Bambang mengambil keputusan mendesak untuk melompat terlebih dahulu.
"Api sudah mulai menjalar ke depan. Lantai kapal sudah panas, kaca juga sudah panas. Saya akhirnya berinisiatif lompat," kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Sebelum melompat keluar dari area berbahaya, Bambang kembali memastikan ajakannya kepada korban yang saat itu telah mengenakan jaket pelampung.
"Saya bilang, 'Mas, ayo lompat.' Almarhum menjawab, 'nanti-nanti saja.' Saya bilang lagi, 'Mas, saya turun duluan.'
Beliau cuma tersenyum sambil mengangguk. Setelah itu saya langsung lompat ke laut. Waktu itu semua sudah memakai pelampung," kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Bambang mengungkapkan bahwa rombongan mereka terdiri dari enam orang, dan korban merupakan orang terakhir yang terlihat masih bertahan di pinggir kapal sebelum hilang kontak.
"Setelah itu masih ada empat orang termasuk almarhum. Tiga orang lainnya masih menunggu, mungkin karena takut atau gugup. Akhirnya mereka menyusul. Yang terakhir saya lihat, almarhum masih berdiri di pinggir kapal," kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Para penyintas musibah harus terombang-ambing di tengah laut lepas selama beberapa jam sebelum mendapatkan pertolongan dari kapal melintas.
"Hampir tiga jam lebih kami berada di air. Kami berenang berusaha mendekati kapal penolong. Tapi kapal penolong juga tidak berani mendekat karena khawatir terjadi ledakan. Yang menolong juga kapal barang dan Gelombangnya juga besar," kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Kedua pekerja ekspedisi ini telah menjalin kemitraan kerja cukup lama, di mana korban dikenal memiliki kepribadian yang ramah dan menyenangkan.
"Saya sudah bekerja sama almarhum sekitar delapan tahun. Orangnya menyenangkan, baik, dan santai," kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Sebelum insiden tragis ini terjadi, korban sempat menyampaikan niat pribadinya untuk melangkah ke jenjang pernikahan pada tahun ini.
"Kami sempat ngobrol. Almarhum cerita kalau tahun ini ingin menikah," kata Bambang Susilo, rekan kerja korban.
Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, KMP Mutiara Sentosa 2 milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) terbakar pada Minggu (2/8/2026) pagi saat membawa sekitar 250 penumpang dan kru. Dari total penumpang, 229 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, lima orang ditemukan meninggal dunia, dan sisanya masih dalam proses pencarian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow