Studi Peneliti Swiss Ungkap Polusi Mikroplastik Melalui Udara dan Air
Peneliti dari sejumlah lembaga riset Swiss mencatat lebih dari 200 ton mikroplastik mengendap dari udara ke tanah dan perairan di Swiss setiap tahun. Penelitian gabungan Empa, Eawag, dan Agroscope menunjukkan atmosfer serta pengolahan limbah menjadi jalur utama penyebaran partikel sintetis tersebut.
Hasil pengukuran tahunan di lima lokasi menunjukkan sebanyak 219 ton mikroplastik berukuran 20 hingga 215 mikrometer mengendap di wilayah Swiss di bawah ketinggian 2.000 meter. Sekitar 78 ton jatuh di lahan pertanian dan 10 ton langsung menuju badan air, dengan akumulasi tertinggi tercatat di kota Zurich mencapai 881 partikel per meter persegi setiap hari.
Sebagian besar partikel yang teridentifikasi terdiri atas polietilena tereftalat (PET) sebanyak 31 persen, polietilena (PE) 26 persen, serta polipropilena (PP) 21 persen. Peneliti mencatat deposisi kering menyumbang 60 persen dari total massa mikroplastik yang jatuh ke permukaan tanah.
Secara terpisah, tim peneliti EPFL menemukan konsentrasi mikroplastik berukuran hingga lima mikrometer di Danau Jenewa berpotensi 656 kali lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Pengujian sampel menggunakan teknologi kecerdasan buatan menunjukkan partikel mikroplastik berisiko memasuki rantai makanan ekosistem perairan.
Pengukuran pada 51 instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Swiss memperlihatkan pelepasan mikroplastik ke lingkungan mencapai 4,7 ton per tahun. Jumlah tersebut setara dengan setengah gram atau satu sedotan plastik per penduduk setiap tahunnya, di mana sebagian besar partikel telah tersaring pada lumpur limbah.
Peneliti Empa sekaligus ketua studi, Christoph Hüglin, menyampaikan pandangannya mengenai langkah pencegahan polusi mikroplastik dari udara.
"Tapi sesuai prinsip kehati-hatian, kita harus menghindari sampah tercecer, menggunakan plastik secara terarah hanya jika diperlukan, dan menutup siklus material sebisa mungkin," kata Christoph Hüglin, Peneliti Empa dan Ketua Studi.
Hüglin menambahkan bahwa tingkat akumulasi mikroplastik di kawasan non-perkotaan menunjukkan penyebaran yang merata melalui udara.
"Makin dekat jarak ke area padat penduduk, makin tinggi jumlah yang kita harapkan. Tetapi kita tidak melihat perbedaan seperti itu," kata Christoph Hüglin, Peneliti Empa.
Ia juga menjelaskan keunggulan proses pembersihan alami di atmosfer melalui curah hujan.
"Presipitasi adalah proses yang sangat efisien untuk membersihkan atmosfer," kata Christoph Hüglin, Peneliti Empa.
Mengenai penggunaan bahan plastik dalam kehidupan sehari-hari, Hüglin menegaskan manfaat serta tantangan pengelolaannya.
"Plastik adalah bahan yang sangat baik untuk banyak aplikasi," kata Christoph Hüglin, Peneliti Empa.
Di sisi lain, peneliti EPFL Florian Breider menyoroti dampak mikroplastik terhadap organisme dan ekosistem air.
"Seluruh rantai makanan dapat terpapar mikroplastik," kata Florian Breider, Peneliti EPFL.
Sementara itu, peneliti EPFL Christel Hassler mengutarakan tingkat kewaspadaan terhadap kondisi pencemaran yang ada saat ini.
"Kita tidak berada dalam situasi yang mengkhawatirkan, tetapi kita mungkin berada pada titik di mana kita harus mulai khawatir," kata Christel Hassler, Peneliti EPFL.
Lembaga Eawag, Empa, dan Agroscope terus mengembangkan analisis laboratorium dengan mikroskop inframerah untuk memetakan sumber serta jalur paparan mikroplastik secara lebih mendalam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow