Donald Trump Rampungkan Pertemuan Tanpa Putusan Final Perjanjian Iran

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merampungkan pertemuan di Situation Room Gedung Putih pada Jumat tanpa mengumumkan keputusan final mengenai persetujuan kesepakatan untuk menghentikan perang tiga bulan dengan Iran.

Langkah ini dilakukan setelah Trump sebelumnya menyatakan di media sosial bahwa ia akan membuat keputusan akhir dalam pertemuan tersebut, sembari menetapkan sejumlah syarat ketat terhadap pihak Teheran.

Pemerintah Amerika Serikat menuntut pembukaan segera Selat Hormuz untuk jalur pelayaran bebas tanpa tol serta penghancuran seluruh uranium yang diperkaya milik Iran.

"DESTROYED." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat dalam unggahannya di Truth Social yang menegaskan material nuklir Iran harus dihancurkan lewat koordinasi bersama AS dan IAEA.

Trump juga menambahkan ketentuan finansial dalam proses negosiasi yang sedang berjalan tersebut sebelum kesepakatan resmi diambil.

"No money will be exchanged, until further notice," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pihak Gedung Putih mengonfirmasi adanya nota kesepahaman 60 hari yang mencakup perpanjangan gencatan senjata, pembersihan ranjau di selat dalam 30 hari, serta pembukaan blokade laut AS secara bertahap.

Namun, pihak Iran melalui media pemerintah Fars langsung membantah klaim Trump dan menyatakan bahwa isu-isu yang dilemparkan bertentangan dengan draf teks perjanjian yang asli.

"raised issues that contradict the provisions of the agreement's text." rilis Fars, media negara Iran yang mengutip sumber tepercaya mengenai tidak adanya klausul bebas tol ataupun pembongkaran material nuklir.

Media Fars juga menegaskan bahwa poin paling penting dalam draf kesepakatan tersebut adalah pencairan segera aset Iran yang dibekukan sebesar 12 miliar dolar AS.

Di sisi lain, ketegangan diplomatik ini diwarnai dengan retorika keras dari para pejabat tinggi Iran terkait posisi mereka dalam proses perundingan.

"We seize concessions not through dialogue, but with missiles; in negotiations, we merely make them understand," tulis akun media sosial Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran.

Ghalibaf menyatakan bahwa Teheran tidak akan mengambil langkah apa pun sebelum pihak lawan bergerak terlebih dahulu karena mereka hanya menilai tindakan nyata.

"We have no trust in guarantees or words—only actions are the measure. No action will be taken before the other side acts," tulis akun media sosial Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran.

Ia juga menambahkan pandangannya mengenai pihak yang akan keluar sebagai pemenang dalam kesepakatan diplomatik ini.

"The winner of any agreement is the one who is better prepared for war from the day after." tulis akun media sosial Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran.

Pernyataan bernada kritik terhadap diplomasi Amerika Serikat juga dilayangkan oleh penasihat pemimpin tertinggi Iran yang menilai Washington tidak berniat tulus dalam bernegosiasi.

"betraying diplomacy" kata Mohsen Rezaee, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran melalui platform X.

Rezaee menuduh Trump memiliki tujuan lain di luar perdamaian dengan terus mempertahankan blokade maritim dan mengajukan tuntutan yang berlebihan.

"By continuing the naval blockade and making excessive demands in negotiations, he has once again proven that he is not inclined toward negotiation and is pursuing other objectives," kata Mohsen Rezaee, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Oman guna menyampaikan solidaritas penuh menghadapi ancaman dari luar.

"expressed Iran's solidarity with Oman in face of any threat." tulis Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran di media sosial.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam konferensi Shangri-La Dialogue di Singapura menyatakan optimisme bahwa posisi Iran mulai mendekati koridor negosiasi yang diharapkan.

"coming in our direction" kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat pada Sabtu.

Hegseth menilai rangkaian diskusi yang telah berjalan sejauh ini memperlihatkan perkembangan yang cukup baik.

"talks have been productive." kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan Amerika Serikat.

Meskipun proses negosiasi terus berjalan, situasi di lapangan tetap memanas setelah Komando Sentral AS (CENTCOM) meluncurkan rudal Hellfire ke kapal kargo berbendera Gambia, Lian Star, di Teluk Oman karena mengabaikan peringatan blokade menuju pelabuhan Iran.

Di sektor lain, konflik terus meluas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pasukannya telah bergerak melintasi Sungai Litani di Lebanon Selatan, yang memicu tuduhan taktik bumi hangus oleh Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam.

"dangerous" kata Nawaf Salam, Perdana Menteri Lebanon yang memperingatkan adanya eskalasi besar di wilayahnya.

Salam mendesak komunitas internasional untuk segera mewujudkan penghentian kontak senjata yang cepat dan nyata di Lebanon.

"a swift and real ceasefire." kata Nawaf Salam, Perdana Menteri Lebanon dalam pidato televisinya.

Ia menuduh tindakan militer Israel menghancurkan kota-kota serta memaksa penduduk sipil berada dalam pengasingan.

"pursuing a scorched-earth policy and collective punishment" kata Nawaf Salam, Perdana Menteri Lebanon.

Menurut Salam, tindakan kolektif tersebut tidak akan memberikan dampak positif bagi keamanan internal Israel sendiri.

"neither security nor stability" kata Nawaf Salam, Perdana Menteri Lebanon.

Kendati demikian, Salam tetap membela langkah pemerintahnya yang mengirimkan delegasi militer untuk melakukan pembicaraan keamanan dengan Israel di Pentagon pada Jumat lalu.

"not guaranteed," kata Nawaf Salam, Perdana Menteri Lebanon mengenai hasil akhir dari negosiasi tersebut.

Ia menegaskan bahwa jalur diplomasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat ini merupakan opsi terbaik bagi negaranya saat ini.

"the least costly path for our country and our people" kata Nawaf Salam, Perdana Menteri Lebanon.

Dampak perang Iran kini dilaporkan mulai menekan ekonomi negara-negara Asia Tenggara yang bergantung pada sektor pariwisata, seperti Thailand dan Vietnam, akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang memicu pembatalan penerbangan menjelang musim panas.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed