Warga Kanpur Berebut Cokelat Kedaluwarsa yang Dibuang Pabrik

Smallest Font
Largest Font

Aksi warga di Kanpur, India, yang berebut mengambil tumpukan cokelat serta permen kedaluwarsa mendadak viral di media sosial. Aksi pemungutan makanan tidak layak konsumsi tersebut memicu kekhawatiran terkait aspek keamanan pangan serta prosedur pembuangan limbah produk. Peristiwa ini bermula ketika sebuah truk menurunkan sejumlah kardus berisi produk cokelat di area pembuangan sampah kawasan industri Panki, tidak jauh dari akses jalan raya dan pabrik pupuk.

Produk olahan tersebut sengaja dibuang oleh pihak produsen lantaran masa edarnya telah habis sehingga tak lagi dapat diperjualbelikan. Masyarakat sekitar yang melihat tumpukan tersebut langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk mengambil produk yang dibuang, sebagaimana dilansir dari Detik Food. Beberapa warga tampak memasukkan cokelat ke dalam kantong, kardus kecil, bahkan mengangkutnya menggunakan satu kardus utuh hingga seluruh barang habis dalam waktu singkat.

Padahal, produk olahan cokelat dan permen yang dibuang itu diketahui sudah memasuki masa kedaluwarsa sejak tahun 2024. Sebagian warga yang mengamankan produk tersebut disinyalir tidak memeriksa tanggal kadaluwarsa pada kemasan terlebih dahulu sebelum membawanya pulang.

Perekam video di lokasi kejadian mengaku sempat memberikan peringatan langsung kepada kerumunan warga agar tidak mengonsumsi maupun membawa produk olahan tersebut. Meski peringatan sudah disampaikan, warga tetap mengabaikannya dan terus mengumpulkan sisa-sisa cokelat dari tempat pembuangan. Unggahan mengenai aksi warga tersebut diunggah oleh akun Vineeth K melalui platform X hingga mengundang berbagai respons kritikan publik. Ia menekankan bahwa barang olahan pangan yang telah dibuang karena tidak layak konsumsi seharusnya sama sekali tidak dimanfaatkan kembali untuk bahan pangan.

Kejadian viral ini akhirnya direspons oleh aparat kepolisian setempat untuk ditindaklanjuti. DCP West SM Qasim Abidi{ "title": "Warga Kanpur Berebut Cokelat Kedaluwarsa yang Dibuang di TPA", "title_slug": "warga-kanpur-berebut-cokelat-kedaluwarsa-dibuang", "description": "Sejumlah warga di Kanpur India nekat memperebutkan cokelat dan permen kedaluwarsa yang dibuang oleh pabrik di tempat pembuangan.", "keywords": "cokelat kedaluwarsa, warga berebut cokelat, pembuangan makanan india, panki kanpur, berita viral", "category_id": "18", "tags": "cokelat kedaluwarsa, viral, india", "thumbnail": "ilustrasi tumpukan sampah makanan di pembuangan industri", "content": "

Aksi warga memperebutkan produk cokelat dan permen yang telah dibuang produsennya menjadi sorotan di media sosial. Peristiwa tersebut memicu reaksi publik terkait aspek keamanan pangan serta prosedur pembuangan produk kedaluwarsa.

Seperti dilansir dari Detik Food yang mengutip Food NDTV, insiden tersebut terekam di kawasan industri Panki, Kanpur, India. Kerumunan warga terlihat memadati area pembuangan yang berlokasi dekat jalan raya dan pabrik pupuk.

Sejumlah makanan manis itu sengaja dibuang ke lokasi pembuangan karena dinilai sudah tidak layak jual. Pemuatan barang dilakukan menggunakan truk yang menurunkan beberapa kardus berisi cokelat di area tersebut. Tak lama setelah armad truk pergi, warga sekitar langsung mendatangi lokasi.

Makanan manis tersebut habis diambil warga dalam waktu singkat menggunakan tas, kardus, hingga wadah besar lainnya. Berdasarkan keterangan warga setempat, produk makanan tersebut diketahui telah melewati masa kedaluwarsa sejak tahun 2024. Meski demikian, sebagian besar warga tidak memeriksa label kemasan terlebih dahulu sebelum mengambilnya.

Perekam video mengaku telah memberikan peringatan langsung di lokasi agar warga tidak membawa pulang atau mengonsumsi makanan tersebut. Namun, imbauan itu diabaikan oleh warga yang tetap mengumpulkan barang pembuangan.

Pengunggah video bernama Vineeth K menyampaikan kritik terbuka melalui platform X. Ia menegaskan bahwa produk makanan yang sudah dibuang akibat melewati masa kedaluwarsa seharusnya tidak lagi dikonsumsi. Peristiwa ini berlanjut ke ranah hukum setelah mendapat perhatian dari kepolisian setempat.

DCP West SM Qasim Abidi mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan video viral tersebut. Petugas dari Panki Police Station kini telah diminta untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait prosedur pembuangan limbah cokelat kedaluwarsa di lokasi tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed