Badan Gizi Nasional Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur Akibat Keracunan Siswa di Sidoarjo

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 512 siswa di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo mengalami keracunan makanan pada Selasa, 1 September 2026, yang menyebabkan 80 anak masih dirawat di rumah sakit dan 312 lainnya sudah diperbolehkan pulang, dilansir dari Detikcom.

Menurut data per 2 September 2026, 120 siswa masih dalam observasi. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan fokus utama adalah keselamatan dan kesehatan para siswa yang terdampak.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyatakan, "Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing."

BGN juga menyampaikan keprihatinan mendalam kepada siswa dan keluarga yang mendampingi mereka serta terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

Ketut menjelaskan penyebab keracunan adalah kelalaian dalam penerapan standard operating procedure (SOP) pendistribusian makanan bergizi (MBG) yang seharusnya tidak lebih dari 4 jam dari proses memasak sampai pembagian makanan.

"Itu karena ketidakdisiplinan daripada SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari 4 jam," ujar Ketut kepada wartawan, Kamis, 3 September 2026.

"Nah, itulah yang menyebabkan keracunan, karena MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi. Mudah bakterinya cepat berkembang," lanjutnya.

Usai investigasi, BGN memberikan sanksi tegas dengan menyuspend SPPG selama 30 hari dan mencopot kepala dapur sebagai langkah evaluasi pengelolaan internal.

"Kemudian kami juga melakukan suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG Talangangin, Kalitengah," ujar Ketut.

"Kami juga mengusulkan kepada Kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian," tambahnya.

BGN masih melanjutkan investigasi dan menegaskan prioritas mereka adalah menjaga kesehatan para siswa yang terdampak di beberapa rumah sakit.

"Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan," pungkas Ketut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed