CIA Rilis Puluhan Dokumen Intelijen Terkait Serangan 9/11

Smallest Font
Largest Font

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) mendeklasifikasi 71 laporan intelijen bertanggal Februari 1998 hingga 12 September 2001 yang diberikan kepada Presiden Bill Clinton dan George W. Bush terkait ancaman al-Qaeda serta Osama bin Laden sebelum serangan 9/11.

Pengungkapan dokumen berkas Presiden's Daily Brief (PDB) setebal lebih dari 100 halaman tersebut bertepatan dengan peringatan 25 tahun tragedi 9/11 pada Jumat (11/9/2026).

Berkas terdeklasifikasi itu memuat puluhan peringatan dini mengenai niat bin Laden melancarkan serangan teror di wilayah Amerika Serikat maupun fasilitas AS di luar negeri.

Direktur CIA John Ratcliffe menegaskan skala pengungkapan dokumen sejarah intelijen ini kepada publik.

"Ini adalah perilisan analisis CIA terkait 9/11 terbesar yang pernah ada," kata Direktur CIA John Ratcliffe dalam sebuah pernyataan.

Ratcliffe menambahkan mengenai dampak serangan terorisme tersebut terhadap dedikasi jajaran intelijen AS selama seperempat abad terakhir.

"25 tahun lalu, serangan 9/11 memberikan pukulan telak bagi Bangsa kita, tetapi tidak menghancurkan kita. Generasi perwira CIA sejak saat itu telah mendedikasikan karier mereka untuk menegakkan keadilan bagi warga Amerika yang gugur dan memastikan al-Qa'ida tidak akan pernah lagi membahayakan negara kita," ujar Direktur CIA John Ratcliffe.

Ratcliffe juga menyampaikan pesan serupa melalui media sosial mengenai transparansi informasi tersebut.

"Warga Amerika kini dapat melihat sendiri intelijen yang mengarah pada hari tragis bagi Bangsa kita ini," kata Direktur CIA John Ratcliffe dalam sebuah unggahan di X.

Salah satu memo PDB bertanggal 10 September 1998 menyebutkan bahwa kelompok yang berafiliasi dengan bin Laden "mungkin menerbangkan pesawat berpeledak ke kota AS", meski intelijen saat itu belum menyimpulkan rincian pasti operasionalnya.

Laporan PDB lain bertanggal 6 Agustus 2001 yang terkenal bertajuk "Bin Ladin Determined To Strike in US" mengungkapkan adanya struktur pendukung al-Qaeda di AS serta 70 penyelidikan aktif FBI yang berkaitan dengan bin Laden.

Dokumen bertanggal 12 September 2001 pukul 04.00 pagi mencatat laporan situasi di mana seorang warga Arab di Kandahar menyatakan serangan ke World Trade Center dan Pentagon merupakan hasil perencanaan selama dua tahun dan menjadi "awal dari kemurkaan".

Peringatan 25 tahun 9/11 juga diwarnai pernyataan dari janda korban serangan teror, Terry Strada, yang meminta pemerintah AS bertindak tegas terhadap tuduhan keterlibatan Arab Saudi.

"Katakan kepada warga Saudi untuk berhenti berbohong," kata Terry Strada, janda korban 9/11 yang kehilangan suaminya, Tom.

Strada mendesak pejabat tinggi pemerintah AS untuk menyampaikan ketegasan tersebut demi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

"Beri tahu mereka jika mereka ingin berteman dengan AS, mereka tidak boleh terus menyangkal semua ini — semua rasa sakit, semua kehancuran yang telah kita semua derita," ujar Terry Strada.

Pesan khusus juga disampaikan Strada kepada Wakil Presiden AS JD Vance yang menghadiri upacara peringatan di Manhattan selatan.

"Wakil Presiden Vance, terima kasih telah hadir di sini hari ini. Tolong sampaikan pesan itu kembali, berdiri bersama keluarga, berdiri bersama para penyintas, berdiri bersama warga Amerika, seperti yang dikatakan suami saya Tom bahwa itu selalu merupakan hal yang benar untuk dilakukan," kata Terry Strada.

Komisi 9/11 dalam laporan resminya pada 2004 menyimpulkan bahwa kegagalan komunikasi antarlembaga intelijen seperti FBI dan CIA serta "kegagalan imajinasi" menjadi penyebab utama ketidakmampuan AS mencegah serangan tersebut.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed