Frances Tiafoe Lolos ke Semifinal US Open 2026 Usai Tekuk Michelsen

Smallest Font
Largest Font

Petenis Amerika Serikat Frances Tiafoe melaju ke babak semifinal US Open 2026 setelah menundukkan rekan senegaranya, Alex Michelsen, melalui pertarungan lima set di Arthur Ashe Stadium, New York. Tiafoe yang merupakan unggulan ke-11 bangkit dari tertinggal dua set serta posisi break di set ketiga untuk mengamankan kemenangan 5-7, 3-6, 7-5, 6-3, 7-6 (10-6).

Pertandingan perempat final tersebut berlangsung sengit selama empat jam 38 menit. Kemenangan ini membawa petenis berusia 28 tahun itu mencapai babak empat besar US Open untuk ketiga kalinya dalam lima tahun terakhir, di mana ia akan berhadapan dengan pemenang antara Carlos Alcaraz dan Ben Shelton.

Michelsen yang tampil tanpa status unggulan sempat mendominasi laga sejak awal. Petenis berusia 22 tahun itu mencatatkan 15 pukulan winner di set pertama dan terus menekan Tiafoe hingga unggul pada set kedua dan awal set ketiga. Momentum berbalik saat Michelsen melakukan dua kali double fault ketika memegang servis untuk mengunci kemenangan pada kedudukan 5-4 di set ketiga.

Tiafoe memanfaatkan kelengahan tersebut untuk mematahkan servis lawan, merebut set ketiga, dan langsung memimpin tiga gim awal pada set keempat. Pada set penentuan, kedua pemain saling mematahkan servis sebelum Tiafoe mengunci kemenangan lewat penentuan tie-break 10 poin.

"Dia pemain yang sangat hebat dan dia bisa saja menang dengan mudah hari ini. Penghormatan untuk Alex Michelsen," kata Tiafoe dilansir dari BBC.

Dukungan penonton di stadium turut memberikan dorongan energi bagi Tiafoe sepanjang pertandingan berlangsung.

"Semua orang tertidur dalam beberapa jam pertama, saya juga demikian. Seiring berjalannya waktu energi penonton sangat luar biasa seperti biasanya. Kalian bersorak untuk saya dan saya menghargainya," tutur Tiafoe.

Bagi Michelsen, laga ini merupakan perempat final Grand Slam pertamanya. Usai pertandingan, ia tidak dapat menahan air mata saat berpelukan dengan Tiafoe di depan net.

"Dia sosok yang hebat karena telah menghibur saya pada momen itu," kata Michelsen.

Meski kecewa, Michelsen menegaskan komitmennya untuk terus berkembang di masa depan.

"Saya mencoba untuk menahannya, dan saya tidak melakukannya dengan baik. Dia mengatakan banyak hal pribadi yang baik," ujar Michelsen.

Ia menambahkan optimisme terkait kariernya.

"Saya punya banyak waktu untuk berkembang secara fisik dan mental. Saya akan berada di sini lagi. Saya mengetahuinya," ucap Michelsen.

Sebelum melangkah ke semifinal, Tiafoe mencatatkan rekor keunggulan pertemuan 2-0 atas Michelsen. Pada babak 16 besar sebelumnya, Tiafoe juga mengantongi kemenangan penting atas Daniil Medvedev. Tiafoe kini berharap dapat menembus babak final pertamanya di Flushing Meadows setelah sebelumnya terhenti di semifinal oleh Carlos Alcaraz pada 2022 dan Taylor Fritz pada 2024.

Di sektor tunggal putri, juara bertahan sekaligus unggulan teratas Aryna Sabalenka juga memastikan tempat di babak semifinal. Sabalenka mengalahkan unggulan keenam asal Ceko, Linda Noskova, dengan skor 7-6 (1), 3-6, 7-6 (7) setelah sempat tertinggal di set ketiga.

"Pertarungan yang luar biasa, betapa luar biasanya dia sebagai pemain. Saya tidak bisa berkata-kata saat ini karena saya memaksakan diri hingga batas maksimal dalam pertandingan ini terutama di set ketiga. Jujur saya berpikir itu sudah berakhir, pertandingan telah selesai," kata Sabalenka.

Petenis berusia 28 tahun itu mengapresiasi dukungan publik di Arthur Ashe Stadium.

"Sangat senang mendapatkan kemenangan ini, terima kasih teman-teman telah menjadi luar biasa. Terima kasih atas dukungannya," ujar Sabalenka.

Mengenai kemampuannya mengamankan poin-poin krusial di babak penentuan, Sabalenka menyebut hal itu sangat berharga bagi mental bertandingnya.

"Ini telah meningkatkan energi dan kepercayaan diri saya. Saya sangat senang bisa mencetak servis as itu, itu poin yang sangat penting. Ini hanya menunjukkan bahwa saya siap bertarung dan saya senang melihatnya," tutur Sabalenka.

Menghadapi babak berikutnya, Sabalenka berencana melakukan evaluasi teknis.

"Permainan yang lebih baik dari itu, saya pikir saya mendekati net beberapa kali. Saya akan bekerja sedikit lebih ekstra pada bagian permainan saya yang itu. Untuk saat ini saya hanya ingin bersantai, pulih, dan merenungkan apa yang baru saja terjadi," ucap Sabalenka.

Kemenangan tersebut menjaga rekor tak terkalahkan Sabalenka dalam 18 pertandingan di US Open sekaligus menjaga peluangnya menjadi petenis putri pertama sejak Serena Williams yang meraih tiga gelar juara tunggal secara beruntun di New York.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed