Iran Tegaskan AS Tidak Memiliki Peran di Masa Depan Timur Tengah

Smallest Font
Largest Font

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menegaskan Amerika Serikat tidak akan memiliki peran dalam masa depan Timur Tengah saat bertemu Kepala Dewan Kehakiman Tertinggi Irak Faeq Zaidan di Teheran.

Rezaei menekankan bahwa bangsa-bangsa di kawasan kini memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri seiring perubahan lanskap geopolitik regional. Pemerintah Iran turut menyatakan dukungan bagi kedaulatan dan kemandirian Irak.

"Amerika Serikat tidak akan memiliki tempat di masa depan kawasan ini, dan negara-negara di kawasan ini akan mengambil keputusan mengenai masa depan mereka sendiri," ujar Rezaei, dilansir Press TV.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan resmi yang membahas ikatan sejarah dan budaya antara Iran dan Irak. Selain masalah geopolitik kawasan, kedua pihak berdiskusi mengenai penanganan kelompok anti-Iran di wilayah perbatasan.

"Negara-negara di kawasan akan memutuskan sendiri tentang masa depan mereka," tegas Rezaei, dikutip dari IRIB melalui Pars Today.

Kepala Dewan Kehakiman Tertinggi Irak Faeq Zaidan menyampaikan apresiasi atas dukungan Republik Islam Iran dan menekankan pentingnya menjaga keamanan perbatasan bersama.

Perubahan kepemimpinan di Teheran terjadi setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei merombak jajaran petinggi keamanan untuk menghadapi potensi konfrontasi jangka panjang dengan Amerika Serikat. Rezaei, yang merupakan mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), ditunjuk menduduki posisi kunci keamanan nasional.

Selain Rezaei, perombakan tersebut menempatkan Hossein Taeb sebagai memimpin milisi Basij, Ahmad Vahidi sebagai Panglima IRGC, dan Ali Abdollahi sebagai Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata.

Direktur kebijakan lembaga think tank United Against Nuclear Iran (UANI) Jason Brodsky menilai penunjukan figur-figur garis keras menunjukkan kesiapan Teheran mengambil risiko.

"Penunjukan ini mengindikasikan penerapan sikap yang lebih konfrontatif dan siap mengambil risiko," ujar Brodsky.

Analis tersebut menambahkan bahwa langkah kepemimpinan baru Iran mencerminkan antisipasi atas kondisi siaga militer berkelanjutan.

"Penunjukan ini mencerminkan keyakinan Iran bahwa mereka akan berada dalam situasi siaga perang untuk masa mendatang," ujarnya.

Mengenai penempatan mantan kepala intelijen IRGC di struktur organisasi milisi pemuda, tim analis menilai langkah ini terkait dengan stabilitas domestik.

"Penunjukan Taeb juga mencerminkan kekhawatiran kalangan penguasa Iran akan munculnya kembali kerusuhan seiring memburuknya situasi ekonomi, di mana Basij kemungkinan besar akan memainkan peran utama dalam menindak protes di masa mendatang," ujar Brodsky.

Struktur militer baru Iran diisi oleh figur yang vokal menentang kehadiran militer Amerika Serikat di jalur pelayaran vital dan wilayah sekitar. Sebelum penunjukannya, Rezaei memberikan peringatan tegas terkait aktivitas maritim AS.

Ia sempat menyatakan bahwa Iran akan menenggelamkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz jika AS nekat memandu kapal-kapal yang terjebak di jalur pelayaran vital tersebut. Rezaei juga menegaskan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan "hujan" rudal Iran.

Peringatan serupa disampaikan oleh Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi mengenai risiko eskalasi militer langsung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed