Jenazah Lima Anggota IRGC yang Tewas di Irak Dipulangkan ke Iran

Smallest Font
Largest Font

Lima jenazah anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang tewas akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak telah dipulangkan ke Iran melalui perbatasan Mehran pada Jumat (31/7/2026).

Pemulangan tersebut menyusul gempuran udara gabungan AS dan Arab Saudi terhadap posisi faksi bersenjata Hashed al-Shaabi di Irak pada Rabu (29/7/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 militan, termasuk lima personel IRGC.

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan jalur pemulangan para korban dari Irak ke wilayah barat Iran.

"Jenazah lima anggota IRGC yang tewas dalam serangan AS-Arab Saudi baru-baru ini di Irak dibawa ke negara melalui perbatasan Mehran, di provinsi Ilam bagian barat," lapor kantor berita pemerintah Iran, IRNA, dilansir AFP, Jumat (31/7/2026).

Langkah militer AS dan Arab Saudi dilancarkan sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap Saudi. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan presisi di Irak pada Selasa (28/7/2026) menargetkan tiga individu yang diduga terkait dengan jaringan teroris Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam tindakan militer tersebut dan menganggapnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara Irak serta bentuk eskalasi konflik di kawasan.

"Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," ujar kementerian tersebut dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (29/7) waktu setempat, seperti dilansir media Iran, Press TV.

Teheran menilai agresi tersebut melanggar ketentuan internasional dan Piagam PBB.

"agresi terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Irak" dan "pelanggaran mencolok terhadap Pasal 2, Ayat 4 Piagam PBB dan aturan dasar hukum internasional."

Pemerintah Iran juga menuduh Washington dan sekudunya sengaja memicu perluasan wilayah pertempuran.

"sejalan dengan ambisi Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk memperluas cakupan perang dan konflik di kawasan Asia Barat."

Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), aliansi paramiliter yang terintegrasi dalam angkatan bersenjata Irak, mengonfirmasi dampak fisik dan korban jiwa akibat gempuran udara di tujuh provinsi, termasuk Baghdad, Nineveh, dan Basra.

"tewas dan 32 lainnya terluka dalam serangan gabungan AS dan Saudi di Irak tersebut." ujar PMF.

Sementara itu dari Washington, Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman untuk mendiskusikan eskalasi militer dengan Iran. Pangeran Khalid menyampaikan pesan dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman terkait dinamika keamanan kawasan.

"Presiden Trump bertemu dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman," kata seorang pejabat Amerika Serikat.

"Menteri Pertahanan Arab Saudi menyampaikan pesan dari Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) kepada Trump mengenai perang dengan Iran dan eskalasi ketegangan di kawasan," tulis jurnalis Axios Barak Ravid di platform X.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed