Kemendikdasmen Ungkap Penyebab Sekolah Negeri Kekurangan Siswa
Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Irsyad Zamjani, PhD PhD menilai isu sekolah negeri kekurangan siswa pada peneriman 2026/2027 lalu bukan sekadar soal demografi wilayah dekat sekolah semata.
Menurut Irsyad, terdapat faktor lain yang turut memengaruhi, salah satunya adalah perubahan pertimbangan orang tua dalam memilih pendidikan untuk anak. Ia melihat semakin banyak orang tua yang menyadari pentingnya pendidikan holistik, yakni pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter anak.
"Seperti yang diketahui, sekolah negeri di beberapa daerah kekurangan murid, ini tren yang sering dijelaskan murni akibat penurunan demografi. Saya hendak mengajukan penjelasan yang lebih penuh, yang memasukkan aspek lain. Orang tua makin menyadari bahwa fondasi karakter sama pentingnya, atau lebih penting, daripada konten akademik," tuturnya.
Menurutnya, perkembangan sekolah swasta berbasis keagamaan juga menjadi bagian dari dinamika tersebut. Sekolah-sekolah tersebut dinilai telah lebih dahulu dan lebih serius mengembangkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan pembentukan karakter dengan pendidikan akademik.
"Kemudian, bertambah banyak sekolah swasta berbasis keagamaan yang memahami ini lebih dulu dan dengan lebih serius daripada sekolah negeri," sambung Irsyad.
Hal ini disampaikan Irsyad pada Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Borobudur Hotel Jakarta, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Sementara itu, Irsyad menjelaskan, Kemendikdasmen sendiri telah mengenalkan tiga prinsip pendidikan mendalam berupa pendidikan bermakna (meaningful), menyenangkan (joyful), dan mindful (berkesadaran).
Dalam proses pembelajaran, murid diajak untuk memahami mengapa ia mempelajari konten tertentu, sudah sampai mana tahap pengetahuan yang ia capai, dan merefleksikan hasil belajarnya.
Lebih lanjut, murid juga diajak untuk mampu menghubungkan pengetahuan yang ia telah pelajari untuk menjadi sesuatu yang baru, misalnya lewat solusi atau inovasi.
Lewat tiga prinsip tersebut, sambungnya, siswa diharapkan memiliki delapan profil lulusan, yakni keimanan dan ketakwaan pada Tuhan YME, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi, yang perlu dikuasai anak di setiap akhir jenjang pendidikan.
Fenomena Sekolah Negeri Kekurangan Murid
Terpisah, Kemendikdasmen sebelumnya merespons isu sekolah negeri berbagai daerah kekurangan murid pada penerimaan murid baru 2026/2027. Sejumlah faktor yang teridentifikasi antaa lain perubahan jumlah penduduk usia sekolah, perpindahan penduduk, perkembangan kawasan permukiman, pilihan masyarakat terhadap satuan pendidikan, dan kondisi geografis yang berbeda di setiap daerah.
Di samping itu, orang tua juga cenderung sebagian orang tua memilih menyekolahkan anak pada jenjang sekolah dasar di satuan pendidikan keagamaan.
Merespons fenomena ini, Kemendikdasmen menyatakan akan melaksanakan berbagai langkah strategis seperti memetakan kebutuhan layanan pendidikan berdasarkan perkembangan demografi dan sebaran penduduk, mengevaluasi daya tampung satuan pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan wilayah, memperkuat perencanaan pendidikan berbasis data.
Sementara itu, Kemendikdasmen menyatakan akan memastikan sekolah dengan jumlah murid yang terbatas tetap memperoleh pendampingan dan layanan pendidikan secara optimal, sambil berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi kondisi sekolah secara berkala.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow