Kemenperin Catat Indeks Kepercayaan Industri Agustus 2026 Sebesar 52,30

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2026 berada di level 52,30, yang menunjukkan sektor manufaktur nasional tetap berada dalam fase ekspansi meskipun mengalami penurunan 0,80 poin dibandingkan Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Hasil analisis terhadap 23 subsektor industri pengolahan memperlihatkan 22 subsektor berada dalam fase ekspansi dengan kontribusi 98,6 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas Triwulan II-2026. Sementara itu, satu subsektor tercatat mengalami kontraksi.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief menjelaskan situasi pasar domestik maupun mancanegara yang memicu para pelaku usaha mengambil sikap threw and see.

"Kami melihat fenomena industri masih menunggu perubahan yang terjadi pada pasar domestik maupun pasar ekspor (wait and see). Meski ada sedikit penurunan pada variabel permintaan, namun industri masih tetap memproduksi karena memandang perekonomian Indonesia maupun global akan membaik," ujar Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kementerian Perindustrian.

Capaian tertinggi IKI dicapai oleh Industri Minuman serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia, sementara Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki menjadi satu-satunya sektor yang terkontraksi.

"Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Agustus 2026 adalah Industri Minuman serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Adapun subsektor yang mengalami kontraksi yaitu Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki," papar Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kementerian Perindustrian.

Dari komponen pembentuknya, variabel produksi naik 0,55 poin menjadi 55,10 dan menjadi yang tertinggi sejak Juni 2026. Di sisi lain, indeks pesanan turun ke level 53,13, serta persediaan produk turun ke angka 46,02 yang merupakan titik terendah sejak Januari 2024.

Pelemahan terjadi baik pada pasar ekspor yang melambat ke level 53,09 maupun pasar domestik yang berada di angka 51,13 pada periode Agustus 2026.

"Perlambatan keduanya memperlihatkan bahwa pelaku industri menghadapi kondisi permintaan yang lebih selektif. Karena itu, keberlanjutan aktivitas manufaktur akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan industri menjaga pasar, efisiensi produksi, serta memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi," tutur Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kementerian Perindustrian.

Ia menepis anggapan bahwa kebijakan Pertimbangan Teknis (Pertek) menjadi penghambat bagi pelaku usaha manufaktur.

"Pada prinsipnya, Kemenperin menjaga keseimbangan antara supply dan demand. Karena itu, instrumen pertek tetap dibutuhkan untuk mengantisipasi tekanan terhadap permintaan produk industri dalam negeri," ujarnya Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kementerian Perindustrian.

Sektor Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki mencatatkan kontraksi selama empat bulan berturut-turut, khususnya pada unit usaha yang berorientasi pasar lokal akibat masalah biaya pengiriman, logistik, dan perubahan preferensi konsumen.

Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil, Sri Bimo Pratomo optimis sektor tersebut dapat bangkit melalui momentum tertentu serta perjanjian dagang internasional.

"Kita harapkan akan segera ekspansi dengan melihat beberapa peluang seperti momentum lebaran dan ratifikasi IEU-CEPA. Kami melihat potensi ekspor ke Uni Eropa ini sangat besar, khususnya industri kulit dan alas kaki, maka kita harus memanfaatkan perjanjian ini secara optimal," imbuhnya Sri Bimo Pratomo, Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil.

Kemenperin terus mencermati kendala spesifik tiap subsektor dan memperkuat instrumen pendukung untuk menjaga daya saing industri nasional.

"Menurut kami, pertek ini bukan menjadi suatu hambatan, tetapi menjadi pemacu agar daya saing industri dalam negeri terus maju," ujar Sri Bimo Pratomo, Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed