Mata Warga Tanggamus Mengalami Pembuluh Darah Pecah Akibat Abu Vulkanik
Paparan abu vulkanik memicu insiden kesehatan mata pada seorang warga Kabupaten Tanggamus, Lampung, Khatrin Suci Saraswati (30), yang mengalami pecah pembuluh darah kecil usai mengucek matanya yang kelilipan, seperti dilansir dari Detik Health pada Senin (7/8/2026).
Peristiwa tersebut bermula saat Khatrin merasakan partikel asing masuk ke matanya dua hari sebelum menjalani pemeriksaan dokter. Rasa gatal dan mengganjal membuat dirinya refleks menggosok bagian mata yang terdampak.
Hasil diagnosis medis mengonfirmasi bahwa pembuluh darah halus di organ penglihatannya pecah, diduga kuat akibat gesekan partikel abu vulkanik yang tajam. Kondisi paparan debu vulkanis berisiko tinggi memicu abrasi kornea, infeksi serius, hingga penurunan fungsi penglihatan jika tidak ditangani dengan benar.
Khatrin menceritakan kronologi awal munculnya keluhan iritasi tersebut saat dihubungi oleh pihak media.
"Saya memang domisili Tanggamus, Lampung. Awalnya dua hari lalu saya kelilipan lalu dikucek. Paginya mata sudah seperti di video," kata Khatrin.
Setelah menyadari perubahan warna merah pada matanya, ia langsung mendatangi fasilitas kesehatan untuk berkonsultasi dengan dokter mata.
"Empat hari ke depan, jika tidak membaik harus pemeriksaan lebih lanjut," tutur Khatrin.
Meskipun bercak merah masih terlihat meluas, Khatrin menjelaskan kondisi terkini perkembangan pemulihan matanya.
"Hari kedua sudah agak pudar merahnya, tapi masih menyebar. Untuk yang tanya rasanya gimana, sakit kah, perih kah? Jujur ini kalau biasa saja, kaya ada mengganjal di mata," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa rasa sakit yang cukup intens baru muncul ketika ia meneteskan cairan obat ke matanya.
"Ketika ditetes oleh tetes mata itu perih, perih yang agak sakit itu," sambungnya.
Khatrin menegaskan bahwa dirinya tidak mengalami benturan atau mendapat tekanan fisik lain pada area wajah sebelum insiden terjadi.
"Ini beneran nggak ada terbentur, tertekan. Ini benar-benar karena abu vulkanik karena dua hari yang lalu malam-malam itu aku kelilipan dan aku kucek. Memang salahnya tuh di situ," katanya.
Belajar dari kejadian tersebut, Khatrin mengimbau warga yang beraktivitas di kawasan terpapar debu vulkanis untuk tidak menggosok mata secara langsung.
"Jadi tolong banget untuk yang kelilipan jangan dikucek ya teman-teman semua," pesannya.
Ia membagikan saran mengenai langkah pencegahan dan alat pelindung diri yang patut digunakan masyarakat saat berada di luar ruangan.
"Saran saya untuk teman-teman lainnya, mohon untuk memakai masker, kacamata, dan topi jika memungkinkan untuk mengurangi risiko terkena debu vulkanik tersebut," pungkasnya.
Apabila mata terpapar abu vulkanik, pertolongan pertama yang direkomendasikan adalah membilasnya menggunakan air bersih mengalir tanpa menggosoknya, serta segera berkonsultasi ke spesialis mata jika gejala sensitivitas cahaya atau peradangan berlanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow