Pengembang Meikarta Sediakan Apartemen Komersial Skema FLPP

Smallest Font
Largest Font

PT Mahkota Sentosa Utama memfasilitasi kepemilikan apartemen komersial di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pemilikan Rumah (FLPP) dengan cicilan Rp 1,7 juta per bulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Skema pemilikan hunian terjangkau tersebut ditujukan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memenuhi syarat administrasi serta kriteria penghasilan. Batas maksimal penghasilan bulanan MBR di wilayah Jabodetabek ditetapkan sebesar Rp 12 juta untuk individu belum menikah dan Rp 14 juta bagi yang sudah menikah. Pemohon juga diwajibkan berstatus Warga Negara Indonesia, belum memiliki rumah, serta belum pernah menerima subsidi pembiayaan perumahan dari pemerintah.

"Penyediaan hunian terjangkau tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah telah menyediakan instrumen pembiayaan melalui FLPP. Perbankan menyalurkan pembiayaan, sementara pengembang menyediakan hunian yang sesuai dengan ketentuan program. Kami ingin mengambil bagian dalam ekosistem tersebut agar semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau," kata Indra Azwar, Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama.

Proses pengajuan pembiayaan hunian ini tetap harus melalui tahap verifikasi serta analisis kelayakan perbankan penyalur sebelum disetujui.

"Yang menjadi perhatian bukan hanya berapa harga rumahnya, tetapi apakah masyarakat mampu mengakses pembiayaannya. Bunga tetap, uang muka yang ringan, dan tenor yang panjang memberikan ruang bagi masyarakat yang memenuhi kriteria untuk merencanakan kepemilikan rumah secara lebih terukur," katanya.

Indra juga menekankan pentingnya faktor lokasi hunian dalam menunjang efisiensi biaya maupun waktu aktivitas harian para pekerja.

"Bagi pekerja, rumah yang terjangkau bukan hanya soal cicilan. Lokasi juga menentukan berapa banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan setiap hari untuk bekerja dan menjalani kehidupan bersama keluarga. Karena itu, akses terhadap hunian perlu dilihat secara lebih menyeluruh," ujarnya.

Selain proyek komersial berskema FLPP, kawasan Meikarta juga menjadi lokasi pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di atas lahan hibah seluas 30 hektare dari Lippo Group. Penyerahan lahan hibah tersebut dihadiri langsung oleh Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, saat peletakan batu pertama program perumahan pemerintah.

"(Lahan) 30 hektare ini luar biasa dari gambaran timnya Danantara, Pak James, dan tim kita kurang lebih bisa 140 ribu unit (rusun)," ujar Ara, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu (8/3/2026).

Pemerintah menargetkan proses akad jual-beli unit rusun subsidi tersebut dapat dimulai pada akhir tahun 2026 setelah pengerjaan konstruksi mencapai minimal 20 persen.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa dilakukan akad. Secara bertahap ada 141.000 unit yang disiapkan di Meikarta," kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Kamis (23/7/2026).

Rusun subsidi tersebut menawarkan tiga tipe unit yang terdiri dari satu hingga tiga kamar tidur, dengan luas bangunan berkisar antara 25 hingga 45 meter persegi.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed