Prabowo Targetkan Sekolah Negeri Gratis dan Renovasi Masif APBN 2027

Smallest Font
Largest Font

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah negeri di Indonesia bebas biaya pendaftaran maupun SPP dalam Pidato Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Kebijakan pembebasan biaya ini menjadi bagian dari fokus utama pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan nasional. Langkah tersebut dirancang untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak belajar secara merata tanpa terkendala masalah finansial.

"Pemerintah juga akan memperjuangkan seluruh sekolah negeri tidak dipungut bayaran. Ini adalah cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita. Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia," kata Prabowo Subianto, Kepala Negara RI.

Prabowo turut memberikan opsi bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih untuk memilih lembaga pendidikan swasta.

"Bagi mereka yang punya kemampuan silakan ke sekolah-sekolah swasta yang hebat, tapi untuk pemerintah, kita harus perjuangkan anak-anak kita bisa sekolah dengan gratis," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Selain akses gratis, sektor pendidikan ditetapkan sebagai satu dari delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dalam RAPBN 2027 dengan alokasi Belanja Negara sebesar Rp4.097,2 triliun. Pemerintah menargetkan pembenahan sarana fisik sekolah secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.

"RAPBN tahun 2027 kita fokuskan untuk 8 Program Kerja Prioritas Nasional atau PKPN yaitu Kedaulatan Pangan, Kemandirian Energi dan Air, Pendidikan, Kesehatan, Hilirisasi dan Industrialisasi, Infrastruktur, Perumahan dan Ketahanan terhadap Bencana, Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan Desa, serta Penurunan Kemiskinan," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Hingga tahun 2026, pemerintah mencatat telah memperbaiki lebih dari 71.744 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan.

"Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun.

Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih. Layak untuk belajar. Semua sekolah harus punya kamar kecil yang layak," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Target renovasi gedung sekolah ditingkatkan menjadi 100.000 unit pada tahun 2027, dengan sasaran penyelesaian akhir pada tahun 2029 untuk seluruh tingkatan sekolah termasuk pesantren.

"Sampai tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah. Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000.

Tahun 2008 sebanyak 100.000. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK termasuk di pesantren-pesantren harus kita selesai renovasi," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Pemerintah juga menyiapkan akselerasi teknologi digital melalui pengadaan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) di setiap sekolah pada akhir Desember 2026.

"Akhir tahun ini, kalau tahun yang lalu (sekolah) baru terima 1, akhir tahun ini semua sekolah di Indonesia akan punya 4 ruangan yang memiliki IFP. IFP ini akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Fasilitas pembelajaran jarak jauh turut dikembangkan melalui penyediaan studio guru di Jakarta dan berbagai ibu kota provinsi guna pemerataan kualitas materi pengajaran.

"Guru-guru terbaik akan bisa mengajar dari studio guru di Jakarta atau di ibu kota provinsi. Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan yang terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Dalam kesempatan terpisah, komitmen jangka panjang perbaikan sarana belajar tersebut ditegaskan kembali sebagai langkah strategis negara dalam menjamin keamanan siswa di ruang kelas.

"Program renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan akan terus dipercepat pada tahun 2027 dan 2028, dan harus selesai paling lambat 2029. Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kita," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Presiden menekankan bahwa perbaikan infrastruktur fisik sekolah merupakan kewajiban mendasar yang tidak boleh diabaikan demi masa depan generasi muda.

"Tetapi kita mengerti bahwa masih banyak anak-anak kita yang belajar dengan atap bocor, mungkin juga atap runtuh, dinding retak, toilet rusak, mungkin juga wc yang tidak ada, ruang kelas yang tidak aman. Keadaan ini tidak boleh kita wariskan," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Penambahan fasilitas digital di ruang kelas ditargetkan selesai bertahap hingga penghujung tahun 2026.

"Semua ruang kelas akan kita lengkapi dengan layar pintar interaktif. Di akhir bulan Desember 2026 kita perjuangkan semua sekolah terima tambahan 3 layar untuk tiap sekolah," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Pengadaan teknologi tersebut diarahkan untuk menunjang interaksi mengajar dan sistem pembelajaran jarak jauh secara nasional.

"Akhir tahun ini, kalau tahun lalu baru terima 1, akhir tahun ini semua sekolah di Indonesia akan punya 4 ruangan yang memiliki IFP. IFP ini akan memudahkan guru dan murid untuk belajar dan mengajar. Kita juga akan mengadakan long distance learning, pembelajaran lewat siaran jarak jauh," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Presiden kembali menegaskan kewajiban negara dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang aman dan bermartabat bagi seluruh anak bangsa.

"Kita akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029. Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak Indonesia belajar di sekolah yang aman dan bermartabat. Sekolah adalah tempat anak-anak Indonesia membangun masa depannya," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menindaklanjuti arahan tersebut dengan mengajukan usulan penambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan.

"Anggarannya masih kita mintakan kepada Kementerian Keuangan untuk ada penambahan anggaran di tahun 2027. Tapi yang 2025, 2026 yang sudah sama Pak Presiden insyaallah sudah bisa selesai sehingga nanti tahun 2027," kata Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Mu'ti menjelaskan pengajuan anggaran tambahan tersebut dialokasikan untuk memenuhi target perbaikan 100.000 unit satuan pendidikan pada tahun anggaran 2027.

"Kita usahakan untuk dapat bisa dianggarkan untuk dari 2027, 100.000 satuan pendidikan ya, mudah-mudahan. Tapi ini masih kita usulkan kembali kepada Menteri Keuangan," kata Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program perbaikan sekolah skala besar ini diprioritaskan bagi gedung yang mengalami kerusakan berat serta sekolah yang berada di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

"Seluruh Indonesia. Renovasi sekolah rusak berat kan tahun ini prioritas kita nanti yang rusak berat sama rusak sedang dan 3T," kata Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed