Pria Lempar Batu ke Kaca Mobil di Jagakarsa, Polisi Cari Pelaku
Seorang pria melempar batu ke kaca mobil hingga retak di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada pagi hari. Peristiwa ini terekam dalam video yang viral di media sosial dan memicu pencarian pelaku oleh polisi.
Video yang beredar memperlihatkan pria mengenakan jaket itu marah-marah sambil melempar batu. Warga sekitar sempat menyaksikan kejadian tersebut. Peristiwa ini diduga berawal dari senggolan antara pria yang mengendarai motor dengan mobil yang kemudian dikejar hingga berhenti.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan saat ini penyidik sudah mengantongi identitas pelaku dan masih dalam proses pencarian.
"Ini anggota lagi cari pelaku," ujar Nurma Dewi.
Nurma menambahkan bahwa perkembangan terbaru terkait kasus ini akan disampaikan kepada publik.
"Data pelaku sudah ada di kita," kata dia.
Selain itu, di Semarang, seorang nenek dijambret hingga terseret di Jalan Seroja, Kelurahan Karangkidul. Korban berusaha mempertahankan barangnya saat dijambret oleh pemotor yang mengenakan jaket ojek online.
Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah Iptu Nurul membenarkan kejadian tersebut dan menyebut korban sudah melapor ke polisi.
"Kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu dan korbannya sudah membuat pengaduan di polsek. Itu isinya HP, terus sama uang Rp 150 ribu atau berapa, berikut KTP," ujar Nurul.
"Kita masih memburu terduga pelaku," tambahnya.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Cileungsi, Desa Tlajungudik, Kecamatan Gunung Putri. Korban berenang bersama lima temannya pada pukul 13.00 WIB dan diduga tidak pandai berenang sehingga tenggelam di aliran yang dalam.
Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan korban ditemukan pada pukul 13.50 WIB di kedalaman sekitar 3 meter dan telah dinyatakan meninggal dunia di klinik setempat.
"Korban sudah dibawa ke rumah duka dan diserahkan ke pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum di tempat tinggal orang tua korban," ujar Adam.
Selain itu, di Lampung Utara, ditemukan benda diduga peluru senapan angin di dalam potongan daging menu makan bergizi gratis yang dibagikan ke siswa SD Negeri 3 Sindangsari. Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Lampung telah menyetop sementara dapur penyedia makanan tersebut sambil melakukan pemeriksaan.
Kepala Bagian Tata Usaha KPPG Lampung Fitra Alfarisi mengatakan tim masih mencari asal-usul benda tersebut dan belum menyimpulkan penyebabnya.
"Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend. Saat ini tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana," ujar Fitra.
"Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebabnya sebelum proses pemeriksaan selesai," tambahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow