Sarwendah Buka Suara Soal Dugaan Selingkuh Ruben Onsu Sejak 2017
Sarwendah akhirnya memberikan klarifikasi terbuka mengenai dugaan perselingkuhan yang dilakukan Ruben Onsu sejak tahun 2017 dan pemicu konflik rumah tangga mereka melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 2 Agustus 2026. Pernyataan tersebut disampaikan usai video rekaman CCTV pertengkaran mereka memicu polemik publik mengenai masalah finansial, penghentian nafkah anak sejak Desember 2025, hingga gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pengakuan tersebut mengemuka setelah rekaman CCTV memperlihatkan perselisihan emosional antara keduanya pada 4 Maret 2024 sekitar pukul 21.20 WIB di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Insiden itu berawal dari perdebatan terkait biaya sewa apartemen-hotel senilai Rp120 juta di tengah rencana pindah rumah akibat kondisi keuangan yang sedang surut.
Sarwendah menuding dugaan perselingkuhan yang terjadi berulang kali sejak 2017 menjadi pemicu utama keretakan rumah tangga yang telah berjalan selama 11 tahun. Ia menegaskan bahwa luapan emosinya dalam video viral tersebut merupakan puncak akumulasi kekecewaan yang telah lama dipendam.
"Aku tanya security rumah lama, itu kasur siapa? Dia bilang, 'Bapak minta kasurnya dikirim ke Apartemen.' Mungkin, dia punya rencana tinggal di apartemen dengan yang lain," kata Sarwendah.
Selain masalah perselingkuhan, Sarwendah membeberkan adanya alokasi dana untuk pihak ketiga saat pembangunan rumah baru terhenti dan nafkah anak tidak dipenuhi. Konflik finansial tersebut juga mencakup persoalan utang kredit rumah di Cilandak yang mencapai lebih dari Rp10 miliar atas nama Ruben Onsu.
Kubu Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, membantah tegas tuduhan perselingkuhan serta isu penggunaan pinjaman online yang dialamatkan kepada kliennya. Minola menjelaskan bahwa kasur yang dipersoalkan merupakan barang hasil kerja sama promosi yang ditempatkan sementara karena rumah utama sedang direnovasi.
"Buktikan kalau memang Ruben selingkuh. Emangnya Ruben dekat dengan orang lain?" kata Minola Sebayang, Kuasa Hukum Ruben Onsu.
Pihak Ruben Onsu menegaskan bahwa tuduhan yang tidak dapat dibuktikan di muka hukum berpotensi menjadi fitnah. Minola menyebut fokus utama kliennya adalah penyelesaian hak pengasuhan anak.
"Ruben itu endorse tempat tidur (kasur). Kalau dia dapat kasur endorse dan ditaruh di tempat lain karena rumahnya lagi direnovasi, apakah itu tandanya dia selingkuh?" kata Minola Sebayang.
Minola juga menyanggah kabar hadirnya penagih utang ke rumah Sarwendah terkait pinjaman online. Ia menilai tuduhan tersebut tidak logis secara hukum dan aturan operasional perbankan.
"Sebelum ada isu selingkuh, kan saya sudah bilang dia endorse kasur. Kalau suatu tuduhan tidak dapat dibuktikan, itu fitnah," kata Minola Sebayang.
Mengenai komunikasi yang memburuk, Minola menyampaikan bahwa Ruben Onsu memilih melimpahkan seluruh urusan pengasuhan anak melalui kuasa hukum untuk menghindari perdebatan tidak berujung. Langkah tersebut diambil guna memastikan semua hal berjalan sesuai kesepakatan tertulis setelah perceraian.
"Kita ini persoalannya masalah anak yang tidak berkumpul bersama Ruben, kok larinya ke dugaan selingkuh? Kasur? Kejauhan," kata Minola Sebayang.
Minola membeberkan bukti percakapan pesan singkat yang menunjukkan Ruben kesulitan mendapat kepastian jadwal libur sekolah anak-anaknya. Situasi tersebut menjadi alasan penghentian sementara alokasi nafkah hingga ada kejelasan hak bertemu.
"Buktikan aja kalau memang Ruben ada pinjol. Kalau pinjol, OJK tuh sudah ada aturan tidak boleh menagih ke rumah di atas jam kerja," kata Minola Sebayang.
Perselisihan mengenai dokumen aset rumah di Rempoa dan Vila juga sempat mencuat sebelum kedua pihak menggelar konferensi pers secara terpisah pada akhir Mei 2026. Pihak Ruben menyatakan pengajuan gugatan resmi hak asuh anak dilakukan agar perselisihan tidak berlarut-larut di ruang publik.
"Lagipula ngapain Ruben pinjol kalau dia bisa pinjam ke bank? Kalaupun debt collector datang ke rumahnya dia (Sarwendah), kan berarti pinjolnya sekarang nih setelah berpisah. Kan enggak mungkin Ruben memberikan alamat rumah Cilandak," kata Minola Sebayang.
Terkait polemik pinjaman online tersebut, pegiat keamanan siber Manang Soebakti mengunggah tanggapan melalui Instagram pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Manang menyatakan keabsahan informasi data pribadi masyarakat dapat diperiksa memanfaatkan dugaan kebocoran data BPJS Kesehatan.
"Setahun ini sudah kami sanggah, alamat terbaru Ruben sudah ada, kerjanya di stasiun televisi. Ngapain pinjol datang ke rumah yang jelas-jelas Ruben enggak ada di situ? Pakai logika aja, hukum itu logika," kata Minola Sebayang.
Minola kembali menegaskan bahwa penggunaan jalur hukum formal dilakukan agar tidak ada lagi lempar tuduhan di media sosial.
"Tiba-tiba tanggal 31 Mei 2026, mereka preskon duluan dengan judul 'Ruben sudah tidak nafkahi anak sejak akhir tahun 2025'. Malamnya kami gunakan hak jawab kami. Besoknya mereka preskon lagi.
Gara-gara dia preskon lagi, Ruben minta saya keluar lagi membalas. Di situ lah saya bilang, 'Kenapa sih kita berbalas pantun?'" kata Minola Sebayang.
Konflik hukum antara kedua belah pihak kini resmi berlanjut dalam persidangan pengasuhan anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Makanya karena tentang anak ini enggak nyambung, Ruben tunjuk pengacara. Bukan untuk ngerebutin, tapi biar ada kesepakatan yang jelas," kata Minola Sebayang.
"Lelah nggak sih? Nggak nyambung-nyambung terus, dibantah-bantah terus, disanggah-sanggah terus. Ruben tanya kapan liburnya anak-anak karena mau jalan, tapi dijawabnya malah mengungkit masa lalu, 'dari dulu kan kamu begini-begitu'," kata Minola Sebayang.
Proses hukum terkait hak asuh anak dan penyelesaian aset bersama antara Ruben Onsu dan Sarwendah hingga kini masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Ruben tanya: 'Kapan aku bisa jalan-jalan sama anak-anak sebelum Natal?'. Dijawab oleh S (Sarwendah) 'Kegiatan sekolah dari dulu kamu juga tidak pernah mengurus'. Loh, ini kan situasinya sudah berubah, sudah berpisah. Harusnya kalau anak ada dalam hak asuhnya, dia informasikan ke ayahnya," kata Minola Sebayang.
Penanganan perselisihan tersebut sepenuhnya dilimpahkan kepada tim kuasa hukum masing-masing pihak.
"Ruben ingin agar segala sesuatunya kembali ke koridor kesepakatan. Kalau bicara langsung nggak ketemu solusinya, ya lewat pengacara supaya 'duduk' persoalannya. Supaya tidak ada lagi perdebatan tidak perlu yang bikin lelah hati sendiri," kata Minola Sebayang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow