Sarwendah Pindah Rumah Demi Anak Usai Perselisihan Harta dengan Ruben
Penyanyi Sarwendah memutuskan keluar dari rumah mewahnya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, demi memberikan ketenangan bagi anak-anaknya di tengah proses hukum hak asuh anak dan perselisihan finansial dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, pada Rabu (22/7/2026).
Keputusan tersebut diambil usai adanya polemik terkait utang renovasi rumah senilai miliaran rupiah serta ancaman lelang aset dari pihak bank. Kepindahan ini diakui telah disampaikan Sarwendah kepada Ruben melalui pesan singkat sejak 21 Juli 2026.
"Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi saya juga perempuan, ya pastinya maunya yang terbaik buat anak-anak saya," kata Sarwendah sebelum menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Sarwendah menambahkan bahwa dirinya berupaya mandiri dalam memenuhi kebutuhan buah hatinya tanpa bergantung pada mantan suami.
"Jadi saya enggak mau nanti ketika mereka besar mereka melihat seperti ini, saya enggak mau begitu. Jadi saya juga akan berusaha, ya selama ini juga saya berusaha untuk menafkahi mandiri anak-anak saya," lanjut Sarwendah.
Ia memantapkan diri untuk keluar dari rumah tersebut agar bisa fokus mengasuh anak-anaknya.
"Rumah juga, semuanya... Jadi ya lebih baik saya tenang supaya saya bisa menjaga anak-anak saya," kata Sarwendah.
Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, pihak Sarwendah mengklaim telah menanggung seluruh kebutuhan finansial anak sejak awal tahun. Mereka menegaskan tidak lagi meminta dinafkahi oleh Ruben Onsu secara langsung demi menghindari spekulasi publik.
"Klien kami juga sudah clear dari awal Januari sampai sekarang biaya nafkahnya untuk anak semua sudah ditanggung oleh klien kami sendiri," kata Chris Sam Siwu, kuasa hukum Sarwendah.
Chris menegaskan bahwa isu pengejaran nafkah oleh kliennya merupakan hal yang tidak benar.
"Mulai ke depan juga ya klien kami tidak lagi mau disangkutpautkan terkait bahwa klien kami meminta nafkah kepada mantan suaminya," lanjut Chris Sam Siwu.
Pihaknya berharap kewajiban finansial tersebut ke depannya disalurkan langsung kepada rekening anak-anak.
"Itu biar nanti urusan mantan suami dengan anaknya langsung saja, sehingga tidak dipelintir lagi bahwa klien kami ini masih mengejar-ngejar soal nafkah untuk kepentingan klien kami," kata Chris Sam Siwu.
Ia juga meluruskan kewajiban nafkah berdasarkan regulasi negara.
"Kami hanya menyampaikan kemarin-kemarin bahwa nafkah terhadap anak itu kan kewajiban secara undang-undang ya dari bapak kepada anaknya. Tapi itu bukan permintaan klien kami, itu permintaan undang-undang," kata Chris Sam Siwu.
Di sisi lain, kubu Ruben Onsu melalui Minola Sebayang menjelaskan bahwa rumah di Cilandak semula dibeli secara tunai sebelum akhirnya dijaminkan ke bank demi renovasi senilai Rp10,1 miliar atas permintaan Sarwendah. Ruben disebut menanggung pembayaran kontraktor hingga Rp11,1 miliar dan cicilan bulanan sebesar Rp379 juta.
"Karena keinginan Sarwendah agar rumah itu direnovasi, Ruben menjaminkan kembali sertifikat rumah tersebut ke bank untuk mendapatkan pinjaman renovasi. Ruben mendapatkan pinjaman senilai Rp 10,1 miliar untuk biaya kontraktor dan renovasi," kata Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Minola menerangkan perincian transaksi pembayaran yang dilakukan Ruben kepada keluarga mantan istrinya tersebut.
"Meskipun kontraktornya adalah keluarga Sarwendah, yang membayar tetap Ruben. Ruben rutin mentransfer uang ke rekening ayah Sarwendah sebesar Rp 250 juta sebanyak 46 kali transfer. Total biaya yang dikeluarkan untuk kontraktor saja mencapai Rp 11,1 miliar," terang Minola Sebayang.
Ia membeberkan beban cicilan KPR serta membantah isu lelang aset dari pihak perbankan.
"Posisi kreditnya saat ini memang sedang tidak lancar. Ruben selama ini membayar cicilan KPR sebesar Rp 379 juta per bulan. Namun, kami maupun Ruben belum pernah mendapatkan informasi resmi dari bank bahwa aset tersebut akan dilelang," jelas Minola Sebayang.
Minola turut membantah tuduhan kedatangan belasan penagih utang ke rumah tersebut saat berbicara di PN Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
"Kita boleh ngomong apa saja, karena seperti lagu mengatakan memang lidah tak bertulang, gampang ngomong apa saja. Tapi kalau memang ada calling satu sampai calling lima, mana buktinya? Tunjukkan dong," ujar Minola Sebayang.
Merespons bantahan tersebut, tim hukum Sarwendah, Abraham Simon, merilis bukti cetak foto CCTV tertanggal 11 Juli 2026 yang merekam kedatangan sejumlah pria tidak dikenal ke kediaman mereka. Hal itu ditegaskan kubu Sarwendah sebagai alasan utama yang memicu rasa tidak aman sehingga sang artis memilih pindah rumah.
"Kami tidak bermain narasi, kami bermain fakta. Apakah benar ada debt collector datang ke rumah? Lihat ini," ujar Abraham Simon, tim hukum Sarwendah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow