Tim Gabungan Evakuasi Enam Orang Utan dari Karhutla di Ketapang
Enam orang utan berhasil dievakuasi dari lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dalam tiga pekan terakhir oleh tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Taman Nasional Gunung Palung, dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Evakuasi terbaru terjadi pada 28 Agustus 2026, ketika induk dan anak orang utan ditemukan di area perkebunan kelapa sawit di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan. Keduanya diberi nama Mama Yayuk dan Yayuk setelah ditemukan melalui video yang beredar sejak 25 Agustus.
Menurut Silverius Oscar Unggul, Ketua Umum YIARI, kedua orang utan tersebut dalam kondisi sehat, tidak mengalami luka, dan masih menunjukkan perilaku liar. Setelah perjalanan sekitar lima jam lewat jalur darat dan air, keduanya dilepasliarkan kembali di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, yang dinilai aman dan memiliki sumber pakan memadai.
"Informasi keberadaan orang utan itu pertama kali diterima tim pada 25 Agustus 2026. Saat itu, beredar video yang memperlihatkan keberadaan orang utan di sekitar perkebunan," ujar Silverius.
Dia menambahkan, "Dokter hewan YIARI memastikan kondisi Mama Yayuk dan Yayuk sehat. Keduanya tidak mengalami luka dan masih menunjukkan perilaku liar."
Kedua orang utan ini merupakan penyelamatan ketiga di Ketapang selama Agustus 2026. Sebelumnya, pada 6 Agustus, seorang jantan bernama Wak dievakuasi setelah memasuki kebun buah warga di Desa Kuala Tolak dan dipindahkan ke hutan aman dalam konsesi PT Mohairson Pawan Khatulistiwa.
Pada 21 Agustus, tiga orang utan lain bernama Mama Yuni, Pura, dan Yuni juga dievakuasi dari kebun warga di Desa Tanjungpura dan dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Palung.
"Enam orangutan diselamatkan dalam tiga pekan. Ini peringatan serius. Kebakaran membuat orang utan kehilangan makanan, tempat berlindung, dan jalur pergerakan," ungkap Silverius.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyatakan bahwa pihaknya dalam kondisi siaga menghadapi karhutla sekaligus penyelamatan satwa liar. Setiap laporan masyarakat terkait satwa liar yang membutuhkan evakuasi akan segera ditindaklanjuti.
"Saat ini Balai KSDA Kalbar dalam situasi siaga karhutla dan siaga rescue satwa liar. Setiap laporan dari masyarakat baik secara langsung maupun melalui call center tentang adanya satwa liar yang perlu dievakuasi, kami tindaklanjuti sesegera mungkin," kata Murlan.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Prawono Meruanto, menyebut bahwa Mama Yayuk dan Yayuk adalah translokasi kedua di kawasan tersebut selama Agustus 2026, menjadikan total lima orang utan yang dipindahkan dalam bulan itu.
"Pada kawasan Taman Nasional Gunung Palung, ini adalah translokasi kedua selama bulan Agustus 2026 dengan total lima individu orang utan," ujar Prawono.
Dia menambahkan bahwa lokasi pelepasliaran sudah melalui kajian dan dianggap aman serta layak. Ketersediaan hutan dan sumber pakan juga memadai.
"Setelah dilepasliarkan, kedua orangutan akan tetap dilakukan pemantauan," tambah Prawono.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati, mengejar, memberi makan, maupun melukai orang utan yang masuk ke area perkebunan atau permukiman. Warga diminta menjaga jarak dan segera melaporkan keberadaan orang utan kepada BKSDA Kalimantan Barat agar penanganan dapat dilakukan dengan aman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow