Tim SAR Evakuasi Jenazah Relawan Gempa NTT Menggunakan Helikopter
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah relawan kemanusiaan Ahmad Zaki Ali (38) menggunakan helikopter Basarnas dari Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/8/2026) pagi. Pendiri Yayasan Gerak Bareng asal Jakarta tersebut meninggal dunia akibat kelelahan saat mendistribusikan bantuan logistik untuk korban gempa magnitudo 7,7 di Flores pada Jumat (21/8/2026) petang.
Proses penjemputan dilakukan oleh Tim Heli Dauphin Basarnas yang mendarat di helipad lokasi penanganan bencana pada pukul 07.04 WITA. Setelah dievakuasi dari Manggarai Timur, jenazah almarhum diterbangkan menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, lalu dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk pemulasaraan sebelum dipulangkan ke rumah duka di Jakarta.
Ahmad Zaki Ali yang akrab disapa Bang Jek dilaporkan wafat saat dalam perjalanan membawa bantuan logistik dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara. Wilayah Lamba Leda Utara dan Reo merupakan dua area terdampak parah akibat gempa bumi Flores yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) dan telah mengakibatkan sedikitnya 83 orang meninggal dunia.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso mengonfirmasi langkah cepat jajarannya dalam memobilisasi armada udara untuk memulangkan jenazah relawan tersebut ke ibu kota.
"Pukul 07.04 WITA (Sabtu), Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum," kata Edy Prakoso.
Basarnas memastikan seluruh potensi SAR tetap bersiaga penuh di wilayah Nusa Tenggara Timur guna menjamin distribusi logistik penanganan bencana berjalan optimal.
"Kami siap melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal," kata Edy Prakoso.
Pengantaran jenazah di lokasi bencana juga disampaikan secara resmi oleh pihak otoritas SAR di Jakarta setelah koordinasi penanganan udara selesai dilakukan.
“Pada pagi hari ini, baru saja kita melaksanakan pengantaran terhadap jenazah rekan kita, relawan dari potensi atas nama Ahmad Zaki,” ujar Edy Prakoso.
Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengunggah kabar di media sosial mengenai kondisi penanganan darurat dan keterbatasan logistik di lapangan pada Jumat pagi.
"Update pagi ini, hari ke-6 saya di lokasi bencana. Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan.
Di fase tanggap darurat kita akan fokus pada kebutuhan dasar. Oleh karenanya kita butuh support orang orang baik," tulis Ahmad Zaki Ali.
Dalam unggahan yang sama, almarhum mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan saling mendampingi di tengah situasi pascadampar gempa bumi.
"Rencana mengingatkan kita bahwa manusia tidak pernah benar-benar punya kendali. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar, saling menjaga, dan memperbanyak doa. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan saudara-saudara kita yang sedang berada di wilayah terdampak bencana.
Tetap waspada. Jangan panik. Jangan lupa berdoa," tulis Ahmad Zaki Ali.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan rasa duka atas wafatnya relawan yang gigih membantu warga Flores tersebut.
"Pertama sebagai Gubernur Provinsi NTT dan mewakili seluruh masyarakat NTT, khususnya masyarakat Flores terdampak ini, saya mengucapkan belasungkawa yang mendalam buat Pak Zaki yang meninggal ini," kata Emanuel Melkiades Laka Lena saat ditemui di pos BPBD Nagekeo, Sabtu (22/8/2026).
Gubernur Melki menyebut almarhum Zaki secara konsisten turun langsung ke kawasan pelosok untuk memvalidasi data dan menyalurkan pasokan logistik.
"Beliau saya pernah ke Dampek tiga kali, saya dengar betul beliau salah satu orang yang sangat keras dan gigih antar bantuan keluar masuk kampung dan desa demi desa di Dampek sehingga akhirnya kerja dengan luar biasa akhirnya Pak Zaki meninggal," kata Emanuel Melkiades Laka Lena.
Melki mengimbau seluruh personel gabungan, relawan, dan insan pers yang bertugas di area bencana agar senantiasa menjaga kondisi fisik.
"Saya ingatkan buat kita semua yang bekerja menangani bencana ini, baik dari pemerintah pusat, provinsi, para bupati dan jajarannya. Teman-teman wartawan juga sama tolong jaga kesehatan dengan baik," kata Emanuel Melkiades Laka Lena.
Pemerintah Provinsi NTT mengondisikan tambahan personel relawan untuk menyisir distribusi bantuan ke wilayah terkecil mengingat keterbatasan armada logistik pemerintah.
"Kami kekurangan orang. Kalau bisa banyak relawan yang bantu pemerintah," kata Emanuel Melkiades Laka Lena.
Dukungan relawan lokal dari pemuda gereja hingga remaja masjid dinilai menjadi elemen krusial dalam mempercepat alur penyaluran logistik bencana.
"Karena pemerintah terbatas kekuatannya, makanya butuh relawan seperti tadi saya di Manggarai Timur itu, ada anak-anak dari orang muda Katolik (OMK) yang jadi relawan. Itu bagus sekali," kata Emanuel Melkiades Laka Lena.
Hingga Sabtu malam, jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali dijadwalkan terbang menuju Jakarta dari Labuan Bajo setelah seluruh proses pemulasaraan di RSUD Pratama Komodo rampung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow