AS Rotasi Kapal Induk di Tengah Perang Lawan Iran
Militer Amerika Serikat memutuskan untuk menarik kapal induk USS Abraham Lincoln dari perairan Timur Tengah menuju Thailand guna memberi kesempatan beristirahat bagi sekitar 5.000 krunya setelah beroperasi lebih dari 250 hari tanpa henti di lautan lepas pada akhir Agustus 2026.
Sebagai gantinya, Pentagon telah mengerahkan armada USS George Washington ke wilayah operasi Komando Pusat AS (CENTCOM) dan sedang menyiapkan penugasan USS Theodore Roosevelt selama tujuh hingga delapan bulan ke depan untuk melanjutkan operasi tempur melawan Iran yang telah berlangsung sejak Februari 2026.
Durasi pengerahan USS Abraham Lincoln yang berlayar sejak 21 November 2025 memecahkan rekor modern operasi penugasan tanpa singgah di pelabuhan selama lebih dari 200 hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terkait kesehatan mental para prajurit, kendala sanitasi, serta krisis pasokan air dan makanan di atas kapal berbobot 100.000 ton tersebut.
Sebanyak 13 anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS dari Partai Demokrat pun menyurati Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk menuntut penjelasan atas memburuknya fasilitas kapal dan laporan adanya personel yang mencoba melompat ke luar kapal.
Laksamana Brad Cooper memberikan salam perpisahannya saat kapal induk tersebut menyelesaikan tugasnya di perairan Timur Tengah.
"Semoga perjalanan kalian lancar dan selamat menikmati reuni yang memang layak kalian dapatkan," tulis Cooper, Laksamana dan pimpinan CENTCOM, dalam artikel opininya di The Wall Street Journal.
Kritik dari dalam negeri langsung mendapat tanggapan dari jajaran pimpinan pertahanan Amerika Serikat, meskipun Presiden Donald Trump mengabaikan keluhan durasi penugasan tersebut.
"Masih jauh dari kata cukup lama," kata Donald Trump, Presiden AS, saat menanggapi pertanyaan mengenai lamanya pengerahan pasukan di laut.
Di sisi lain, pihak Kementerian Pertahanan AS menyatakan bahwa laporan mengenai kehancuran kondisi fisik dan mental armada marinir tidak sepenuhnya akurat.
"Digambarkan secara keliru," ujar Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS, saat menepis laporan mengenai kondisi buruk di kapal induk.
Situasi kelelahan kru kapal induk tersebut memicu repons dari pihak pemerintah Iran yang menganggap armada Washington gagal menunjukkan kekuatan militernya di kawasan.
"Amerika Serikat mengirimkan USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut untuk unjuk kekuatan," kata Esmaeil Baqaei, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Esmaeil Baqaei menyindir penarikan kapal perang tersebut setelah terlibat konfrontasi intensif selama berbulan-bulan di perairan.
"Setelah berbulan-bulan terlibat perang dan lebih dari 200 hari tanpa sekalipun melakukan persinggahan di pelabuhan (port call) kapal tersebut kini berlayar menuju Thailand untuk [istirahat dan pemulihan] para awaknya," ujar Esmaeil Baqaei, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Guna menjaga ketegangan militer di perairan Teluk, Angkatan Laut AS langsung menyiapkan pengganti Lincoln dengan mengerahkan armada tempur tambahan dari markas utamanya.
"Kelompok tempur Kapal Induk George Washington sedang beroperasi di Timur Tengah dalam penugasan terjadwal setelah tiba di wilayah operasi CENTCOM kemarin," demikian pernyataan CENTCOM, Komando Pusat AS.
Persiapan jangka panjang kini dialihkan ke kapal induk USS Theodore Roosevelt beserta Carrier Air Wing 11 untuk mengisi rotasi pengerahan berikutnya.
"Mereka tahu bahwa mereka akan berada di sana lebih dari tujuh bulan. Komandan mereka memberi mereka waktu delapan bulan untuk melakukan persiapan," kata John Perryman, Master Chief Petty Officer Angkatan Laut AS.
Kepemimpinan Angkatan Laut AS mengonfirmasi tantangan berat yang dihadapi jajarannya dalam menjaga konsistensi jadwal penugasan di tengah perang yang masih bergejolak.
"Saya lebih memilih penempatan selama tujuh bulan. Biasanya saya bukan orang yang menyukai perpanjangan masa penempatan dan saya menentangnya dengan keras. Tetapi tidak ada jaminan dalam situasi perang," kata Daryl Caudle, Kepala Operasi Angkatan Laut AS.
Sesuai jadwal, kapal induk USS Abraham Lincoln akan melakukan persinggahan teknis di pelabuhan Sattahip, Chon Buri, Thailand, sementara USS George H.W. Bush dan USS George Washington tetap bersiaga menjalankan blokade laut di perairan Timur Tengah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow